Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Macak Istri Solehah di Medsos, Njekethek…

27 Mei 2019, 17: 26: 04 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Media sosial (medsos) memang media tipu daya. Yang kita lihat wah di sana, tak melulu wah di dunia nyata. Ada yangg pamer tas branded, tapi harus puasa sebulan setelahnya.  Ada yang macak alim pamer dalil, tapi salat bolong. Palsu. Pencitraan saja.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Dalam urusan pencitraan, Karin, 28, ini juga ahlinya. Ia pandai sekali macak jadi istri sempurna di medsosnya. Dandan full make-up, bawa makanan ala rumahan, pose seksi, lalu bikin kepsen, “Bukan istri terbaik, tapi hanya ingin memanjakan suami. Dengan menyajikan makanan favoritnya.” Uhhh…. Terlihat sangat istri-able bukan? 

Namun aslinya, halaaah palsu! Makanan yang Karin sebut 'makanan favorit suami' ini hanyalah menu warung yang biasa dijual di pasar  kaget. Atau dengan kata lain, Karin beli. Bukan hasil masak sendiri. Rasanya juga belum tentu secantik tampilannya.

Meskipun hanya setting-an, banyak sekali orang yang kena tipu daya Karin. Ia kerap dipuji-puji sebagai istri idaman. Followers-nya juga semakin hari semakin berdatangan. "Sing mollow yo lanang-lanang tok lah. Wong sing dipamerne nenen paling mecotot," kata Donwori sensi di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1A Surabaya, beberapa waktu lalu.

Donwori bukan asal bicara. Ia menyaksikan sendiri bagaimana  Karin mencoba berbagai angle. Agar buah dadanya bisa terpamerkan secara sempurna. Bahkan sudah berkali-kali  ia memarahi Karin supaya berhenti mengumbar keseksian. Tapi ya tetap  tak pernah digubris oleh istrinya itu. 

Namun kalau untuk sekadar foto sih, sebenarnya Donwori bisa mentolerir. Bangga  juga sebenarnya ia punya istri seksi. Tapi masalahnya, hidup Karin tersita hanya untuk medsos. Sudah tak punya pembantu, Karin malas. Dari bangun sampai bangun yang ia lihat ya hanya layar ponsel. Ia lupa bersih-bersih rumah, lupa masak, lupa kalau punya suami yang perlu diurus. Yang diurus hanya nama baiknya di medsos. Bagaimana gelar istri-able-nya tetap bisa ia pertahankan.

"Penggaweane nak omah ae, tapi omah koyok mari keterak angin puting  beliung," keluh Donwori makin sebal. 

Donwori mengaku, masalah utama di dalam rumah tangganya ya kemalasan Karin ini. Kalau mau jujur-jujuran, sebenarnya sudah lama ia ingin membanting handphone Karin. Saking geregetannya. Tapi kalau dipikir-pikir, ujung-ujungnya ia sendiri yang rugi. Soalnya pasti Karin minta dibelikan lagi.

Gara-gara hidup semu Karin ini, Donwori pun menyerah. Ia  lelah kalau harus hidup dengan perempuan yang hanya menservis followers-nya. Padahal dapat uang juga tidak. "Mending golek bojo sing sederhana, tapi wareg bendino. Ketimbang koyo ngene," tukas pria yang tinggal di kawasan Manyar Kertoarjo ini. (*/opi) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia