Selasa, 15 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Belum Kantongi Izin, KM Bluesea Jet Belum Bisa Layari Gresik-Bawean

27 Mei 2019, 17: 15: 41 WIB | editor : Wijayanto

BELUM BERIZIN: KM Blue Sea Jet-1 bersandar di Pelabuhan Gresik karena masih belum mengantongi izin berlayar rute Gresik-Bawean.

BELUM BERIZIN: KM Blue Sea Jet-1 bersandar di Pelabuhan Gresik karena masih belum mengantongi izin berlayar rute Gresik-Bawean. (FAJAR YULI YANTO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Rencana pelayaran KM Blue Sea Jet pada rute Gresik-Bawean untuk memperkuat arus mudik belum bisa dipastikan. Pasalnya, hingga sekarang kapal tersebut belum memiliki memiliki izin lengkap. Sehingga, mereka belum bisa berlayar mengantarkan warga Bawean menuju Gresik daratan.

Kepala Bidang (Kabid) Angkutan Dishub Gresik Roni Soebiyantoro mengatakan memang untuk perizinannya belum lengkap. Tetapi, secara prinsip pemerintah sangat mendukung hadirnya kapal baru untuk melayani rute Bawean-Gresik maupun sebaliknya. “Iya, tinggal menyelesaikan perizinannya. Yang jelas Pemkab Gresik setuju adanya kapal baru,” ujarnya.

Dikatakan, Dishub bersama Dinas Penanaman Modal – Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) sudah melakukan rapat bersama. Untuk Dishub dan DPM-PTSP sepakat untuk memberikan rekom. “Tetapi untuk kepastian mereka bisa berlayar atau tidak tergantung KSOP, soalnya terkait teknis memang tusinya ada di KSOP,” ungkap dia.

Menurut dia, pihaknya sangat berharap kapal baru ini bisa melayani mudik lebaran tahun ini. Sebab, saat ini jumlah penumpang yang hendak mudik ke Bawean sangat tinggi. “Tapi kami belum bisa memastikan bisa atau tidak,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait rencana permintaan Ekspress Bahari untuk menambah jadwal pelayaran dari pulang pergi setiap hari menjadia 3 kali sehari pihaknya belum bisa memberikan jawaban. Saat ini masih dilakukan rapat. “Belum, yang pasti sekarang mereka sudah melayani PP,” terangnya.

Sebelumnya, Kepala Cabang PT SIM Bahari Ekspress Gresik Revan Putra mengatakan tiket untuk PP mulai 28 Mei hingga 4 Juni sudah habis. Sehingga, pihaknya mengajukan penambahan jadwal menjadi 3 kali sehari. “Kami masih koordinasikan dengan KSOP terkait hal ini,” ungkapnya. (rof)

(sb/jar/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia