Jumat, 23 Aug 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

CCFrontier: Sudah Hampir 4 Tahun Kami Memerangi Sampah Plastik

27 Mei 2019, 12: 22: 33 WIB | editor : Wijayanto

CCFrontier: Sudah Hampir 4 Tahun Kami Memerangi Sampah Plastik

(ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA – CCFrontier yang didirikan sejak tahun 2015 merupakan sebuah komunitas yang concerned terhadap lingkungan hidup dan kemanusiaan. Sejak pertama kali didirikan atau sudah berjalan hampir 4 tahun, CCFrontier berupaya dalam memerangi sampah plastik. 

Beberapa waktu yang lalu, mereka mencanangkan sebuah gerakan yaitu “Plastic Reduce Movement by CCFrontier.” Yang saat ini fokus pada mengurangi tas plastik, sedotan plastik, serta botol plastik.

Diawali dengan Totebag Campaign yang dilakukan sejak tahun 2015, dimana mereka membagikan totebag secara gratis kepada masyarakat sebagai pengganti tas plastik. Campaign ini bertujuan untuk menyadarkan masyarakat akan bahaya tas plastik. 

“Kami berupaya untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk mulai mengurangi penggunaan tas plastik dan beralih pada produk alternatif seperti totebag yang kami bagikan secara gratis kepada mereka” ungkap Baskoro, Founder CCFrontier.

Totebag campaign ini tetap dilakukan sampai hari ini. Tidak hanya dilakukan di Indonesia tapi juga di luar negeri seperti Malaysia, Singapura dan Hong Kong. 

Salah satu saran dari CCFrontier kepada masyarakat adalah biasakan untuk membawa tas belanja sendiri dan hindari penggunaan tas plastik sekali pakai.

(ISTIMEWA)

Tahun 2019, tepatnya tanggal 15 Februari 2019, CCFrontier memulai sebuah Campaign #byesedotanplastik. Campaign ini secara khusus ditujukan kepada para pelaku industri seperti hotel, cafe, dan resto. 

Campaign ini bertujuan untuk mengurangi penggunaan sedotan plastik di lingkungan kerja mereka. Dimana mereka tidak lagi menyediakan sedotan plastik kecuali by request. “Saat ini sudah lebih dari 40 participants yang tergabung dalam campaign ini. Mereka tersebar di beberapa kota di Jawa Timur dan Bali. Bahkan sampai ke Malaysia dan Thailand.” ungkap Baskoro, Founder CCFrontier. 

Campaign ini akan tetap dan terus dilakukan dengan harapan penggunaan sedotan plastik dilarang di tahun 2020. 

Saran CCFrontier kepada para pelaku industri: Ganti sedotan plastik dengan sedotan non-plastik, tapi jangan diubah prinsip “Sekali Pakai” dengan “Berulangkali Pakai” Karena hampir 95% customer akan menolak menggunakan sedotan “Berulangkali Pakai.”

Di tahun yang sama, tepatnya tanggal 8 Mei 2019, CCFrontier kembali mencanangkan sebuah campaign dalam mengurangi botol plastik, yaitu Campaign #byesmallestbottles. Campaign ini ditujukan kepada perusahaan seperti Danone, Nestle dan Coca-Cola, dimana mereka dihimbau agar tidak lagi menggunakan botol plastik di bawah 500 ml untuk produk mereka. 

(ISTIMEWA)

Baskoro – Founder CCFrontier mengatakan, “Saat ini ukuran botol plastik beragam. Mulai dari 1 liter, 600 ml, 500 ml sampai pada 220 ml. Makin kecil ukuran botol plastik maka akan makin cepat menjadi sampah.

"Kita beli, Kita minum, Kita buang di saat yang bersamaan.” Pembatasan terhadap ukuran kemasan botol plastik ini merupakan tahap awal dari Campaign #byesmallestbottles.

Mari jaga Bumi dengan langkah yang sederhana. Mulailah untuk bertanggungjawab terhadap produk plastik yang kita gunakan. (ccf/jay)

(sb/han/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia