Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik
Pembunuhan Istri Oleh Suami di Driyorejo

Pelaku Kesal karena Istrinya Berteriak Hingga Dicekik Bablas Mati

27 Mei 2019, 02: 24: 40 WIB | editor : Wijayanto

DIPERIKSA: Lutfi Dwi Hariyanto, 33 saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Driyorejo dan foto korban Fisa Wuri Hermandani semasa hidup.

DIPERIKSA: Lutfi Dwi Hariyanto, 33 saat menjalani pemeriksaan di Mapolsek Driyorejo dan foto korban Fisa Wuri Hermandani semasa hidup. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Pembunuhan Fisa Wuri Hermandani oleh suaminya sendiri Lutfi Dwi Hariyanto dilatarbelakang persoalan asmara. Kepada polisi yang memeriksanya, Lutfi yang bekerja sebagai sekuriti sebuah bank BUMN di Gresik ini mengaku kesal dengan sikap istrinya yang mencemburui dirinya secara berlebihan. 

"Dari keterangan awal, tersangka diketahui tidak sengaja menghabisi istrinya. Awalnya dia hanya meminta istrinya untuk tidak berteriak-teriak, namun tidak digubris. Sehingga dia kalut dan berusaha membungkam mulut istrinya namun meronta. Akhirnya tersangka mencekik leher istrinya agar tidak berteriak," terang Kanitreskrim Polsek Driyorejo, Ipda Djoko Suprianto, mengutip pernyataan tersangka.

Dikatakan, tersangka membantah dirinya telah berselingkuh. Perempuan yang video call merupakan rekan kerjanya yang hanya membahas masalah pekerjaan.

MENYESAL: Tersangka Lutfi Dwi Hariyanto (kiri) diperiksa Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro dan Kasatreskrim AKP Andaru.

MENYESAL: Tersangka Lutfi Dwi Hariyanto (kiri) diperiksa Kapolres Gresik AKBP Wahyu Sri Bintoro dan Kasatreskrim AKP Andaru. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Namun pengakuan itu tidak dihiraukan oleh korban. Setelah menerima pengakuan tersangka, polisi lantas mendatangi rumah korban sekitar pukul 18.45.

Di rumah korban, polisi mendapati Fisa terlentang di atas tempat tidur dengan masih mengenakan daster warna kuning motif kembang. Di dalam kamar, terlihat beberapa barang berserakan seperti habis melakukan pertengkaran. Di antaranya dua buah handphone Oppo pecah kaca dan bodi retak akibat dibanting. 

"Sementara dari hasil pemeriksaan fisik kepada korban, kami menemuka adanya bekas tanda cekikan di leher korban. Wajah korban terlihat membiru akibat cekikan tersebut. Namun untuk memastikannya, kami membawa jasad korban ke RSUD Ibnu Sina untuk dilakukan visum et repertum," jelas dia.

Sementara tersangka saat ini ditahan di Mapolsek Driyorejo untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Dari olah TKP, polisi menyita sejumla barang bukti. Masing-masing dua buah HP dalam kondisi rusak.

Kemudian satu tas hitam berisi seragam satpam yang diduga kancing bajunya terlepas karena tarikan tangan korban saat bertikai di depan kantor bank di Gresik. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia