Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Pergoki Suami Video Call dengan Wanita Lain, Istri Dicekik Sampai Mati

26 Mei 2019, 23: 04: 59 WIB | editor : Wijayanto

EVAKUASI: Petugas dibantu warga mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit.

EVAKUASI: Petugas dibantu warga mengevakuasi jenazah korban ke rumah sakit. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Warga Perumahan Pesona Bukit Tanjung, Desa Tanjung,  Kecamatan Driyorejo, digegerkan dengan tewasnya Fisa Wuri Hermandani, 33. Perempuan yang tinggal di Blok E/38 RT 18 RW 03 ini dihabisi suaminya Lutfi Dwi Hariyanto, 33, lantaran kasus asmara.

Korban dicekik suaminya setelah sebelumnya terlibat cekcok hebat gara-gara memergoki Lutfi sedang video call atau panggilan video dengan seorang perempuan.

Menurut keterangan sejumlah saksi, sebelum peristiwa tragis itu terjadi, korban dengan suaminya memang terlibat perang mulut. Tetangga korban, Erwin Eko Setyorini, 40, dalam keterangannya kepada polisi menyebutkan, sekitar pukul 14.00, korban berteriak-teriak memarahi suaminya dari dalam rumah. Suaranya cukup keras hingga terdengar di luar rumah. 

TEWAS: Jasad Fisa Wuri Hermandani terbujur kaku di atas tempat tidur usai dicekik suaminya hingga tak bernyawa.

TEWAS: Jasad Fisa Wuri Hermandani terbujur kaku di atas tempat tidur usai dicekik suaminya hingga tak bernyawa. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Belakangan diketahui korban memergoki suaminya sedang melakukan panggilan video kepada perempuan lain. Saksi lain mengungkapkan, perempuan itu diduga selingkungan tersangka. Setelah terjadi cekcok mulut, sekitar pukul 15.30, tersangka keluar rumah sambil membawa kedua anaknya yang masih kecil. 

"Kami tidak tahu apa yang terjadi. Yang pasti setelah cekcok, tiba-tiba suasanya hening dan tidak ada keributan. Tahunya, Pak Lutfi keluar bersama anaknya terburu-buru," kata Budi Waluyo, tetangga korban yang tinggal di Blok E-39 atau besebelahan dengan rumah Lutfi.

Ipda Djoko Suprianto, Kanit Reskrim Polsek Driyorejo saat dihubungi membenarkan kejadian iti. Setelah membawa anaknya keluar, tersangka menyerahkan kepada orang tuanya di Jalan Bibis Karah 1/47 RT 04 RW 07 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan, Kota  Surabaya. Usai menitipkan anak kepada orang tuanya, tersangka lalu kembali ke Driyorejo, namun tidak pulang.

"Tersangka mendatangi Mapolsek Driyorejo sekitar pukul 17.15 sebelum Magrib. Dia datang datang menyerahkan diri dan mengaku baru saja menghabisi istrinya,"ujar Kanit Reskrim Polsek Driyorejo.  (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia