Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

DPU Mulai Ukur Kerusakan Jalan Putri Cempo

24 Mei 2019, 14: 36: 53 WIB | editor : Wijayanto

PENGUKURAN: Kepala DPU Kabupaten Gresik Gunawan Setiaji saat melakukan pengukuran longsor Bukit Pucem.

PENGUKURAN: Kepala DPU Kabupaten Gresik Gunawan Setiaji saat melakukan pengukuran longsor Bukit Pucem. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK– Penanganan longsor di Bukit Putri Cempo (Pucem) hingga kini belum dimulai. Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Gresik baru melakukan pengukuran dan pengumpulan data longsor, kemarin. Data ini rencananya akan di lampirkan pada surat pengajuan kondisi darurat bencana kepada Bupati Gresik.

Sejak Selasa siang hingga sore kemarin, sejumlah petugas yang dipimpin Kepala DPU Gresik Gunawan Setiaji melakukan pengukuran luasan longsor. Mereka juga mencari penyebab tanah menjadi longsor. "Ini kami lakukan untuk mengumpulkan data terkait kondisi Pucem," ujar Kepala DPU Gunawan.

Menurut dia, data ini bakal diserahkan kepada bupati untuk dijadikan pertimbangan. Sebab, pihaknya memang mengajukan kondisi darurat agar perbaikan bisa langsung dilakukan tanpa proses lelang.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) terkait kondisi Bukit Putri Cempo. Dan memang kondisinya sudah sangat parah dan rawan terjadi bencana longsor besar,” ungkap dia.

Ditambahkan, untuk pembangunan penahan tebing DPU Kabupaten Gresik telah menyiapkan anggaran Rp 4 miliar. Namun, belum bisa dikerjakan lantaran masih dalam proses lelang di BLP Gresik. “Kami sebenarnya sudah mengajukan lelang cepat. Namun belum selesai makanya kami ajukan kondisi darurat agar bisa langsung dikerjakan,” imbuhnya. 

Sebelumnya, dari hasil pemantauan yang dilakukan BPBD Kabupaten Gresik kondisi Bukit Pucem memang sangat rawan bencana. Berdasarkan alat yang dipasang di lokasi, pergerakan tanah mencapai 4 sentimeter. “Kami memang mengusulkan agar pembangunan dilakukan tanpa lelang karena kondisinya sangat darurat,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Gresik Tarso Sugito.

Menurut dia, kalau harus menunggu lelang pihaknya khawatir bukit tersebut akan longsor dan memakan korban jiwa. Sebelum ini terjadi, pihaknya meminta DPU segera melakukan pembangunan penahan tebing.  “Kalau menurut saya harus segera. Jangan hanya karena administrasi nanti malah menimbulkan korban jiwa,” imbuhnya. 

Pantauan lapangan, longsor sudah memakan seluruh bahu jalan. Pohon bamboo yang ada di lokasi sudah hampir roboh ke bawah. Untuk akses sementara, warga menambal jalan yang longsor dengan paving seadanya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia