Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Aparat Gabungan Razia Petasan, Yang Berizin Aman, Yang Tidak Kabur

24 Mei 2019, 08: 16: 12 WIB | editor : Wijayanto

RAZIA PETASAN: Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat memimpin razia pedagang petasan di Pasar Kota Gresik.

RAZIA PETASAN: Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro saat memimpin razia pedagang petasan di Pasar Kota Gresik. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Razia gabungan dilakukan Polres Gresik bersama Kodim 0817 dan Satpol PP, Kamis siang (23/5). Sasarannya adalah pedagang petasan serta warung-warung yang disinyalir menjual minuman keras.

Kendati tidak mendapatkan barang bukti barang yang melanggar hukum, kegiatan razia berlangsung menarik. Ketika merazia pedagang petasan di Jalan Samanhudi, Kecamatan Kota, sejumlah pedagang memilih kabur meninggalkan dagangannya.

Mereka yang kabur merupakan pedagang dadakan yang tidak mengantongi izin penjualan miras. Alhasil, polisi dan petugas lainnya dibuat keki dengan ulah pedagang yang meninggalkan dagangannya.

"Ya biarkan saja mereka kabur, yang penting kami ingatkan kepada pedagang petasan untuk mematuhi aturan perdagangan petasan dan sejenisnya," kata Kapolres Gresik AKBP Wahyu s Bintoro.

Menurutnya, razia petasan dilakukan karena rawan disalahgunakan. Untuk itu, dia mengajak anggotanya menyisir pusat penjualan petasan di sekitar Pasar Kota Gresik dan di beberapa titik penjual petasan di wilayah lainnya.

"Sementara hasilnya belum ada yang diamankan karena yang jual kabur. Dan di lihat dari lapak yang di razia hanya beragam kembang api," kata Wahyu.

Sejumlah penjual yang dirazia, menurut Wahyu, mereka rata-rata sudah mengantongi surat izin. Sedang kalaupun ada kembang api yang menimbulkan suara, seperti petasan saat disulut api, itu masih pada batas diameter atau jenis petasan yang diizinkan untuk dijual.

"Kami pasti menindak tegas apabila ada penjual atau menimbun petasan di area hukum Polres Gresik," ujarnya.

Ditambahkan, razia akan dilakukan intens dengan pola hari dan waktu acak. "Jangan sampai masyarakat terganggu dan harus merasa terlindungi dan terayomi kapan saja," tambahnya.

Selain razia petasan jajaran kepolisian juga akan rutin menggelar razia minuman keras selama bulan ramadan. Peredaran miras harus ditekan dan tidak ada lagi tempat untuk peredaran miras di wilayah Gresik. "Bila ada pengaduan atau laporan masuk tentu kami akan secepatnya tindak lanjuti," pungkasnya.(yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia