Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Laboratorium IoT Unusa Kembangkan Smartbike

24 Mei 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

INOVATIF: Achmad Jazidie dan Smartbike hasil inovasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya.

INOVATIF: Achmad Jazidie dan Smartbike hasil inovasi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Jemursari - Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) akan mengembangkan Smartbike yaitu, sepeda yang terkoneksi dengan gadget yang mana sepeda pintar ini akan menjadi prototipe pertama yang akan dikembangkan Laboratorium IoT (internet of things) and Future Digital Economic Unusa.

Sepeda yang terkoneksi dengan internet nantinya, kata Rektor Unusa Prof Dr Ir Ahmad Jazidie M.Eng,  tak sekadar dipakai selesai. Namun, sepeda tersebut bisa mengirimkan banyak data mulai lokasinya di mana, berapa kali direm, berapa kali dikayuh, merekam berapa kecepatan selama pemakaian, rute mana saja yang ditempuh, berapa kali putaran.

“Laboratorium IoT dan Future Digital Economic Unusa ini, akan menjadi inkubator dalam mengembangan ide inovasi beragam produk tepat guna berbasis IoT. Dan, smartbike menjadi penelitian yang pertama. Gampangnya laboratorium ini disiapkan untuk menghadapi teknologi ekonomi di masa depan," ujar Rektor Unusa, Prof. Dr. Ir Achmad Jazidie, MEng.

Ahmad Jazidie juga menjelaskan, Unusa menjadi salah satu dari sembilan universitas yang diajak kerja sama Indosat Ooredoo dalam pengembangan future digital economic lab. Unusa kemudian melakukan studi banding ke ITB yang telah memiliki future digital economic lab berbasis IoT yang pertama di Indonesia.

“Dari hasil studi banding tersebut, kami akan melakukan pengembangan teknologi IoT, di mana semua benda akan terkoneksi dengan internet. Smartbike menjadi prototipe pertama dalam pengembangan produk berbasis IoT ,” imbuhnya.

“Di bagian belakang sepeda ada lubang yang ditanam sebuah simcard. Jadi kalau mau menggunakan smartbike, tinggal buka aplikasi di smartphone dan kita login. Karena sistemnya menerapkan e-money melalui kecukupan pulsa (saldo pulsa). Untuk membuka kunci smartbike menggunakan barcode,” paparnya.

Ia menambahkan selain kelebihan di atas, smartbike yang dikembangkan Unusa ini juga akan dilengkapi aplikasi yang dapat mengetahui  lokasi masjid, pengingat waktu salat, jadwal salat. "Dan juga aplikasi yang mempermudah pengguna sepeda ini untuk infaq, zakat dan bersedekah," jelasnya. 

Selain sepeda, ke depannya nanti ungkap Ahmad Jazidie teknologi IoT yang akan dikembangkan laboratorium Unusa juga akan menerapkan pada smarthome. Seperti menghidupkan dan mematikan lampu, membuka dan menutup lemari, pintu, jendela, dan pagar.

 “Pada lemari besi misalnya, teknologi IoT bisa membantu kita mengetahui berat buku atau benda lain yang pas untuk ditata di rak lemari, membuka pintu juga cukup melalui hape. Begitu juga menyalakan lampu, membuka tutup pintu, pagar, dan jendela,” katanya.

Civitas akademik Unusa juga sedang menyiapkan smartsurveillance untuk absensi mahasiswa maupun karyawan. Nantinya tak perlu lagi menggunakan finger (sidik jari)  tapi secara otomatis dapat mendeteksi wajah. 

Ahmad Jazidie mengungkapkan, laboratorium IoT and Future Digital Economic Unusa bisa digunakan baik mahasiswa, alumni atau kalangan umum untuk melakukan penelitian.(rmt/rak)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia