Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Pemkot Kebut Pembangunan Bozem

24 Mei 2019, 06: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

HAMPIR SELESAI: Suasana pengerjaan bozem di bundaran PTC, Kamis (23/5). Selain bozem bundaran PTC, Pemkot Surabaya juga tengah berencana membangun boz

HAMPIR SELESAI: Suasana pengerjaan bozem di bundaran PTC, Kamis (23/5). Selain bozem bundaran PTC, Pemkot Surabaya juga tengah berencana membangun bozem di beberapa kawasan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menambah jumlah bozem di sejumlah wilayah di Surabaya. Seperti yang diberitakan sebelumnya, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pernah mengatakan rencana pembangunan bozem di kawasan Pakuwong Trade Center (PTC) akan selesai dalam waktu satu atau dua bulan saja.

Bozem-bozem tersebut dinilai ampuh mengatasi banjir atau sebagai penampungan air di saat musim penghujan. Salah satu target Pemkot Surabaya segera menyelesaikan pembangunan bozem di bundaran PTC, Surabaya Barat, mengingat kawasan ini sering digenangi air saat hujan. 

Pengerjaan bozem tersebut, dilakukan oleh Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Pematusan (DPUBMP) dengan cara swakelola. Menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, pengerjaan bozem pun dilakukan setiap hari, sehingga bisa segera rampung. Sampai saat ini, pembangunan Bozem Bundaran PTC masih berlangsung. “Jadi bozem itu dibangunnya swakelola, kita keruk nanti biar kalau hujan tidak banjir disini (Surabaya Barat, Red),” ujarnya.

Bozem seluas 1 hektare atau 10 ribu meter persegi itu kini sudah dalam tahap pemasangan anyaman bambu pada sisi galian. Meski belum rampung sesuai target dua bulan, pengerjaan bozem di Bundaran PTC itu menurut wali kota yang akrab disapa Risma ini cukup untuk kurangi banjir di kawasan Wiyung dan Simo.

Secara teknis, Bozem Bundaran PTC akan terkoneksi dengan gorong-gorong. Air akan masuk ke bozem dan tertahan. Tahun ini pemkot tambah lima bozem di barat dan timur Surabaya.

Kepala DPUBMP Surabaya Erna Purnawati mengatakan, pembangunan bozem tahun ini direncanakan ada di kawasan Rungkut, Pakal, Karang Pilang, dan Kenjeran. Keseluruhan bozem ini masih tahap perencanaan, sementara di kawasan Menganti, dan Karang Pilang masih proses pembagian tanahnya oleh Bappeko.

Setiap bozem nantinya akan memiliki daya tampung yang berbeda. Terbaru, Pemkot Surabaya juga fokus pembangunan Bozem Morokrembangan, untuk atasi meluapnya air rob. Erna mengatakan, pembangunan Bozem Morokrembangan akan diteruskan 2 kilometer.

Sebelumnya kedalaman Bozem Morokrembangan sempat ditambah 8 meter kubik. Bozem Morokrembangan butuh kapasitas besar mengingat air hujan di Kedung Doro dan pusat kota muaranya ke sana. “Kita tambah 2 kilometer lagi ini masih kita kerjakan,” pungkasnya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia