Rabu, 18 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya
Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) 2019

Desain Kaki Kuda Membuat Tim Robot Untag Juara

23 Mei 2019, 22: 56: 56 WIB | editor : Abdul Rozack

KAKI KUDA: Dua mahasiswa Untag 1945 Surabaya yang tergabung dalam tim Politag-Pro, melakukan pemrograman robot kaki kuda yang berhasil menjuarai Konte

KAKI KUDA: Dua mahasiswa Untag 1945 Surabaya yang tergabung dalam tim Politag-Pro, melakukan pemrograman robot kaki kuda yang berhasil menjuarai Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Regional IV, Selasa (22/5). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Prestasi gemilang berhasil diraih oleh mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya. Dalam Kontes Robot Indonesia (KRI) 2019 Regional IV, Tim Politag-Pro Fakultas Vokasi Untag Surabaya berhasil menyabet juara pertama dan juga desain terbaik divisi Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI).  Mereka mampu mengungguli tim Papuma_IR64 dari Politeknik Negeri Jember di peringkat kedua  dan tim RISMA dari ITS Surabaya di peringkat ketiga. 

Rahmat Sudrajat 

Menurut Ketua Tim Politag-Pro, Astra Nico Prastyo pencapaian yang diperoleh timnya sangat membanggakan.  Apalagi kali ini mereka bisa mengalahkan tim-tim dari perguruan tinggi yang selama ini dikenal jagoan Robotika seperti ITS dan PENS. 

Capaian ini memang tidak terjadi begitu saja, karena sukses ini diraih setelah  tim Politag-Pro selalu gagal dalam kontes sebelumnya. Untuk kontes tahun ini Tim Politag-Pro pun menyiapkan diri selama tiga bulan mulai dari merancang desain hingga berlomba. 

KRI 2019 sendiri merupakan ajang kompetisi rancang bangun dan rekayasa dalam robotika yang diselenggarakan oleh Direktorat Kemahasiswaan, Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Dirjen Belmawa) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). KRI 2019 dibagi menjadi enam  divisi yang bekerja sama dengan Perguruan Tinggi yang ditunjuk untuk menyelenggarakan Kontes Tingkat Regional dan Kontes Tingkat Nasional. Kontes Tingkat Regional diselenggarakan pada 4 (empat) wilayah Regional, salah satunya Regional 4 (area Jawa bagian Timur, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua) dengan tuan rumah Universitas Mataram, Lombok, pada tanggal 21-23 April.

Untuk kendala yang dihadapi dalam persiapan mereka mengikuti ajang robot tahunan bergengsi ini adalah merancang desain, “desainnya sempat salah jadi robotnya juga sempat rusak.” Namun, Astra sangat bersyukur atas dukungan dari timnya. “Mental teman-teman luar biasa. Alhamdulillah. Walaupun berkompetisi dengan kampus-kampus besar, ngga terpengaruh. Percaya dirinya juga bagus,” ungkapnya.

Keunggulan dari robot milik tim Politag-Pro, salah satu pembimbing tim, Dimas Aditya Putra Wardhana, S.ST., mengaku robot mereka memiliki kestabilan yang baik. Kalau robot dari kampus lain memang unggul di kecepatan, namun kurang stabil.  Jadi di beberapa rintangan mereka mengalami gangguan dan error.  Sedangkan robot Politag-Pro  tingkat kestabilannya cukup baik jadi jarang ada error.

Desain robot tim Politag-Pro yang dimiliki juga unik dengan adanya empat buah kaki seperti kuda. Dimas mengaku rancangan desain tersebut melihat dari tema besar KRAI 2019 yaitu “Sang URTUU Agung Menyebarkan Pengetahuan” dan juga dari sistem pertandingan. Desain Politag-Pro  sudah betul-betul melihat rule sistem pertandingan sehingga robot  dianggap yang paling mendekati rule. (*/rak) 

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia