Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Tekan Harga, Pemerintah Gelontor 15 Ton Bawang Putih

23 Mei 2019, 16: 50: 29 WIB | editor : Wijayanto

PANTAU HARGA: Menteri Pertanian Amran Sulaiman (dua dari kanan) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  (kanan) saat meninjau operasi pasar b

PANTAU HARGA: Menteri Pertanian Amran Sulaiman (dua dari kanan) bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kanan) saat meninjau operasi pasar bawang putih di Pasar Porong. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO  -  Pemerintah terus berupaya menekan harga bawang yang harganya melambung saat Ramadan. Salah satu upaya menurunkan harga itu dengan melakukan operasi pasar di beberapa pasar, salah satunya pasar Porong. 

Menteri Pertanian Republik Indonesia, Andi Amran Sulaiman bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memastikan operasi pasar tersebut tepat sasaran dengan melakukan sidak di Pasar Porong, Rabu (22/5). Untuk menekan harga, digelontor bawang sebanyak 15 ton di pasar tersebut. 

Mentan Andi Amran berharap, operasi pasar murah bawang putih ini berdampak pada stabilitas harga komoditas di pasaran.

Hal itu disampaikan karena harga bawang putih dalam beberapa pekan sebelumnya sempat meroket hingga menyentuh Rp 50 ribu hingga Rp 75.000 perkilogramnya.

“Target kita Rp 25 ribu per kilo. Saya akan mendorong Bulog untuk menstabilkan harga ini,” ujar Andi Amran Sulaiman, disela sidaknya di Pasar Porong, kemarin. 

Pasokan bawang putih ini dari BUMD, Puspa Agro yang membawa dua truck bawang putih yang dijual harga Rp 18 ribu per kilogram.

Harga bawang putih yang turun ini, karena ada keputusan dari BUMD Jatim untuk melakukan impor bawang. Sehingga, pemerintah provinsi tidak perlu menunggu kiriman bawang putih dari pemerintah pusat. 

Sementara itu, Gubernur Khofifah mengatakan, pihaknya terus melakukan operasi pasar murah begitu harga di pasaran melonjak dan tak terkendali.

Untuk itu, operasi pasar akan digelar di sejumlah daerah di Jatim, tidak hanya bawang putih, tapi sejumlah komoditas yang dibutuhkan masyarakat sehari-hari, khususnya di sektor pangan.

Ke depan, untuk memaksimalkan upaya penstabilan harga komoditas pangan, kata Khofifah, sudah waktunya berdiri BUMD yang secara khusus concern pada masalah pangan.

Bahkan, secara khusus ia berharap Puspa Agro yang sudah berpengalaman mengelola sektor pertanian, khususnya pangan, menjadikan dirinya sebagai BUMD pangan. Diharapkan, dengan adanya BUMD pangan, upaya stabilatas harga bisa dilakukan secara maksimal.  

Khofifah menjamin, stok sembako di Jatim aman saat menjelang dan pasca Hari Raya Idul Fitri. “Masyarakat jangan khawatir, saya pastikan semua stok aman, harga juga terkendali,” pungkasnya. 

Adanya operasi pasar ini disambut antusias warga. Terlebih harga bawang dijual jauh di bawah harga pasar. Sejak pukul 14.00, ratusan warga sudah antre. “Sabar, sabar bapak-ibu, semua akan kebagian,” ujar Dirut PT Puspa Agro, Abdullah Muchibuddin.  (rpp/rud)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia