Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Posting Status Provokatif di Fb, Warga Sidoarjo Diciduk Polisi

22 Mei 2019, 16: 45: 43 WIB | editor : Wijayanto

DIPERIKSA: Polisi menunjukkan barang bukti dan terperiksa kasus ujaran kebencian yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya.

DIPERIKSA: Polisi menunjukkan barang bukti dan terperiksa kasus ujaran kebencian yang diamankan di Mapolrestabes Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - M Ridwan Ely, 36, kurang bijak dalam bermedsos. Pria yang tinggal di Jalan Surya Asri I, Sidoarjo ini memposting tulisan bernada provokatif. Isinya ajakan untuk mengikuti aksi people power pada, Rabu (22/5). Akibat ulahnya, Ridwan diamankan tim cyber patrol Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Status provokatif itu dibuat Ridwan pada 12 Mei lalu di akun Facebook miliknya.  Pria yang mengaku sebagai simpatisan salah satu pasangan calon presiden itu memposting ajakan untuk pergi ke Jakarta dengan kata-kata jihad melawan rezim komunis.

Status Ridwan itu menjadi viral lantaran menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat. “Banyak pengguna media social lain yang berkomentar dalam postingan itu. Karena ramai, kami akhirnya mengendusnya,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Giadi Nugraha.

Menurut Giadi, selain provokatif, Ridwan diketahui juga pernah memposting informasi yang hoax. Salah satunya, terkait petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) yang meninggal karena keracunan.

Namun, tidak disebutkan secara detail petugas KPPS mana yang dimaksud. “Kami pastikan itu bukan akun palsu.  Melainkan Ridwan yang bertanggung jawab atas akun tersebut,” terangnya.

Tim Unit Tipidter berkoordinasi dengan Unit Kejahatan dan Kekerasan (Jatanras) menyelidiki keberadaan pelaku. Dari hasil penyelidikan, pelaku ternyata berdomisili di daerah Buduran, Sidoarjo.

”Pelaku statusnya masih saksi. Ini belum sidik. Tahapnya masih penyelidikan. Kami masih terus dalami namun kami pastikan unsur pasalnya sudah terpenuhi,” ungkap Kanit Tipidter Iptu Handa Wicaksana.

Handa mengatakan, diduga Ridwan telah melanggar pasal dalam undang-undang ITE (informasi dan transaksi elektronik). ”Ancaman hukumannya enam tahun. Hanya saja belum dilakukan penahanan. Statusnya masih saksi,” terang Handa. (yua/vga)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia