Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Dinkes Buka Layanan Public Service untuk Kedaruratan Perjalanan Mudik

22 Mei 2019, 16: 23: 56 WIB | editor : Wijayanto

Kadinkes Jatim dr Kohar Hari Santoso

Kadinkes Jatim dr Kohar Hari Santoso (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Mengantisipasi kejadian kegawatdaruratan selama mudik Lebaran, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Timur (Jatim) menyiapkan pelayanan Public Service Center (PSC). Di tahun ini, terdapat 25 PSC yang tersebar di sepanjang jalur arus mudik dan balik di Jatim. 

Kepala Dinkes Jatim Kohar Hari Santoso menjelaskan, PSC merupakan jaringan koordinasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) yang memiliki fungsi sama layaknya Command Center 112 milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Layanan ini dapat memberikan pertolongan cepat tanggap ketika pemudik mengalami keadaan darurat di jalan. "Masyarakat bisa akses ke sana, beritahu lokasi di mana nanti bisa dijemput, di mana lokasi kejadian yang membutuhkan bantuan dan langsung di antar ke faskes terdekat,” terangnya.

Cara aksesnya pun mudah. Ketika terjadi kecelakaan misalnya, pemudik bisa langsung telepon dengan nomor 119. Nomor ini akan terhubung servis center yang dapat menentukan jenis pertolongan. Apakah akan dirujuk ataupun mendapatkan pelayanan kesehatan di tempat. 

"119 sudah ada sejak tahun 2018 lalu. Tapi masih di sembilan titik, tahun ini, jumlahnya disempurnakan dan mencapai 25 kabupaten/kota," imbuh Kohar. 

Dinkes Jatim juga menyediakan 1.584 pelayanan kesehatan mulai dari puskesmas, pos-pos kesehatan dsn klinik yang terdapat di jalur utama mudik. Selain itu, sebagai upaya preventif, Dinkes juga telah melakukan pemeriksaan kepada armada kendaraan umum, khususnya pengemudi agar dapat mengantar penumpang dalam keadaan prima.

Kohar menyampaikan, dalam arus mudik lebaran ini, yang perlu diwaspadai adalah kecelakaan. Karena angka kecelakaan lalu lintas saat mudik terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun.

Di tahun 2017, angka kejadian kecelakaan lalu lintas mencapai 656 kasus. Di tahun 2018, angka itu mengalami peningkatan sebanyak 137 persen menjadi 1.561. Pun dengan angka korban yang meningkat menjadi 2.361 orang. 

Untuk itu, sebagai upaya promotif preventif, ia mengimbau kepada seluruh masyarakat agar memperhatikan kesehatan saat mudik. Di antaranya adalah membawa bekal cukup, termasuk obat-obatan. Upayakan prngemudi dan kendaraan dalam kondisi prima. Manfaatkan faskes yang ada di jalan jika ada keluhan sakit. Istirahat selama dua jam sekali dan mengelola emosi ketika di jalan. "Jika semua dijalani, maka mudik bisa berjalan dengan lancar," tukasnya. (is/nur) 

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia