Kamis, 14 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Jamin Keamanan Arus Mudik, Sopir Dites Urine

22 Mei 2019, 14: 06: 57 WIB | editor : Wijayanto

CEK KESEHATAN: Petugas memeriksa kondisi kesehatan sopir sebelum berangkat di Terminal Osowilangon, Selasa (21/5).

CEK KESEHATAN: Petugas memeriksa kondisi kesehatan sopir sebelum berangkat di Terminal Osowilangon, Selasa (21/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Persiapan arus mudik jelang lebaran, tim gabungan menggelar pemeriksaan di Terminal Osowilangon, Selasa (21/5). Tak hanya memeriksa armada, petugas dari Dinas perhubungan dan Polrestabes Surabaya juga meminta para sopir untuk dites urine. Tujuannya, mengupayakan jaminan keselamatan para penumpang bus.

Petugas yang tiba di lokasi lantas mengumpulkan para sopir bus yang masih ngetem. Satu persatu didata untuk dilakukan tes urine. Terdapat belasan sopir yang diperiksa. Namun semuanya negatif.

M Ridwan, salah satunya. Hasil tes pria 59 tahun itu sejatinya positif. Namun, setelah dicek, Ridwan ternyata bukan pengguna. Dia baru saja minum obat flu. ”Ada kandungan brompheniramine yang mirip methamphetamine. Namun kami pastikan dia bukan pemakai,” ujar Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian.

Operasi tersebut melibatkan tim dokter polisi dari Urkes Polrestabes Surabaya serta Tim dari Satlantas Polrestabes Surabaya. “Kami melakukan antisipasi untuk mempersempit peredaran narkoba di kalangan sopir,” ujarnya. 

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu menyatakan, sopir merupakan salah satu pangsa pasar para pengedar. Mereka kerap menggunakan dopping agar kuat mengemudi di jalan. Salah satunya, menggunakan sabu-sabu (SS) agar stamina terjaga.

Sementara itu, Kapolrestabes Surabaya Kombespol Sandi Nugroho menyatakan, operasi tersebut digelar dalam rangka menyambut mudik lebaran. Tes urine dilakukan untuk memastikan para sopir bebas narkoba.  Jangan sampai ada yang mengemudikan bus dalam kondisi teler karena narkoba. “Tentu jika itu dilakukan bisa membahayakan nyawa penumpang,” terangnya.

Menurut Sandi, keselamatan penumpang harus diperhatikan. Karena itu, selain tes urine, tim dari Urkes Polrestabes Surabaya juga mengecek kondisi kesehatan para sopir secara umum. Sehingga jika didapati sopir kurang sehat bisa diberi obat. ”Kalau perlu rujukan akan disarankan untuk berobat ke fasilitas kesehatan lanjutan seperti klinik atau puskesmas,” terang Lulusan terbaik Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1995 itu. (yua/vga)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia