Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

WOW! Sehari Mampu Layani 1.300 Penukar Uang

22 Mei 2019, 13: 45: 50 WIB | editor : Wijayanto

SEMANGAT: Warga antre untuk menukarkan uang baru di mobil kas keliling di Lapangan Makodam/V Brawijaya, Surabaya.

SEMANGAT: Warga antre untuk menukarkan uang baru di mobil kas keliling di Lapangan Makodam/V Brawijaya, Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Dua pekan jelang Lebaran, Bank Indonesia (BI) Surabaya mulai membuka layanan penukaran uang kertas baru bagi masyarakat. Penukaran uang secara massal itu dilakukan di Lapangan Kodam V Brawijaya, Surabaya, Selasa (21/5) hingga Kamis (23/5).

Kegiatan ini dibuka Kepala Perwakilan BI Surabaya Difi Ahmad Johansyah bersama Kasdam V Brawijaya Brigjen Bambang Ismawan serta pimpinan perbankan di Surabaya. Dalam sehari BI melayani 1.300 orang dengan dibantu 13 bank yang ikut ambil bagian dari program layanan uang baru ini. Masing-masing bank melayani 100 penukar.

Masyarakat diberi kesempatan untuk menukarkan uang maksimal satu paket. Satu paket senilai Rp 3.700.000 dengan rincian satu bendel Rp 2.000, satu bendel Rp 5.000, satu bendel Rp 10.000 dan satu bendel Rp 20.000.

Sejak pukul 06.00 masyarakat sudah antre di lokasi. Mereka mengambil nomor antrean yang sudah ditentukan panitia beserta nomor tenda bank yang harus dituju. Mereka dengan tertib duduk di bawah tenda dan juga di bawah pohon untuk mendapatkan giliran panggilan yang mulai dibuka pukul 09.00.

Difi Ahmad Johansyah mengatakan, masyarakat tidak perlu khawatir tidak kebagian pecahan uang baru. Sebab, BI menyediakan uang yang cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat luas. Ada 471 loket penukaran uang baru di 68 perbankan di Jawa Timur yang siap melayani.

Tidak hanya itu. BI juga menyiapkan penukaran di rest area yang ada di Jawa Timur. “Tukar uang di bank itu lebih aman. Menghindari jumlah uang yang kurang dan adanya uang palsu yang diselipkan di uang itu,” katanya.

Tahun ini proyeksi kebutuhan uang baru di Jawa Timur sebesar Rp 33,4 triliun. Naik 14,8 persen dari tahun lalu yang sebesar Rp 29,1 triliun. Di Surabaya kebutuhan uang baru diprediksi mengalami kenaikan dari Rp 14,9 triliun pada 2018 menjadi Rp 17,1 triliun. (sur/rek)

(sb/sur/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia