Jumat, 06 Dec 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Sidoarjo

Lahan Kosong Menyusut, Sidoarjo Perlu Hunian Vertikal

22 Mei 2019, 13: 11: 49 WIB | editor : Wijayanto

HUNIAN VERTIKAL: Salah satu lokasi pembangunan apartemen di Jalan Pahlawan Sidoarjo.

HUNIAN VERTIKAL: Salah satu lokasi pembangunan apartemen di Jalan Pahlawan Sidoarjo. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO – Kebutuhan akan hunian semakin tahun semakin besar, seiring dengan  laju pertumbuhan penduduk di Sidoarjo yang  semakin tinggi. Sementara itu,  lahan kosong untuk  hunian semakin sempit sehingga salah satu alternatifnya yakni mengarahkan pembangunan hunian vertikal seperti apartemen.

Luas Sidoarjo hanya 72 ribu hektar tidak memungkinkan terus dibangun hunian horizontal. "Sehingga perlu pergeseran paradigma baru pembangunan perumahan," jelas Kepala Dinas Perumahan Pemukiman Cipta Karya dan Tata Ruang (DP2CKTR), Sulaksono.

Sejauh ini baru satu apartemen yang sudah dibangun di kawasan Buduran. Satu apartemen lainnya baru akan dibangun di wilayah Kecamatan Sidoarjo.

Sulaksono menambahkan jumlah landed house  di Sidoarjo sudah cukup banyak. Totalnya mencapai 597 perumahan. Tersebar di 15 Kecamatan. "Kalau dipakai perumahan lahan habis. Sesuai perencanaan wilayah lahan kosong untuk kawasan industri," jelasnya.

Layaknya Bekasi dan Tangerang yang menjadi kota penopang perekonomian DKI Jakarta, Sidoarjo pun juga menjadi kota penopang terbesar di Jawa Timur setelah Surabaya. Hal ini menjadikan Sidoarjo sebagai kota industri. Sekitar 30.000 industri mikro, kecil dan menengah, ada di Sidoarjo. Maka dari itu, Sidoarjo harus siap mendapatkan bonus pertambahan penduduk baru tiap tahunnya. (rpp/nug)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia