Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Sampah PKL selama Ramadan Capai Delapan Truk per Hari

22 Mei 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

MOMEN TAHUNAN: Deretan PKL takjil dadakan di kawasan Karang Menjangan. Selama Ramadan sampah yang dihasilkan dari PKL dadakan ini meningkat drastis, b

MOMEN TAHUNAN: Deretan PKL takjil dadakan di kawasan Karang Menjangan. Selama Ramadan sampah yang dihasilkan dari PKL dadakan ini meningkat drastis, bahkan sampai minggu kedua Ramadan sudah mencapai 50 ton. (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

KEMBANG JEPUN – Selama dua minggu menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan, banyak terlihat di pinggir jalan pedagang kaka lima (PKL) menjajakan berbagai takjil untuk berbuka puasa. Bahkan juga ada kelompok, komunitas atau instansi yang membagi-bagikan takjil gratis. 

Banyaknya PKL dadakan dan yang membagi-bagikan takjil membuat Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) Surabaya bekerja esktra. Pasalnya, sampah yang dihasilkan oleh para PKL tersebut meningkat lebih banyak dari hari biasa. 

Kabid Kebersihan DKRTH Surabaya Agus Hebi DJ saat dikonfirmasi membenarkan adanya peningkatan jumlah sampah setiap harinya selama Ramadan tahun ini. “Jadi banyak sekali, terutama itu PKL yang berjualan es degan itu. Banyak yang dibuang sembarangan, yang biasanya enam rit (enam angkutan truk, red) sekarang jadi delapan rit per harinya,” kata Hebi, saat dikonfirmasi melalui telepon, Selasa (21/5).

Sampah yang dihasilkan oleh PKL penjual takjil ini paling banyak peningkatan sampah terdapat di kawasan Surabaya Utara, Selatan dan Timur. Hingga hari ini, sampah yang didapat DKRTH selama puasa ramadan mencapai 50 ton. “Meskipun begitu di tengah kota agak menurun volume sampahnya, kalau peningkatan selama Ramadan pasti ada,” ujarnya.

Hebi menjelaskan, puncak peningkatan sampah di bulan Ramadan ini akan terjadi pada satu minggu sebelum Hari Raya Idulfitri. Karena kebanyakan petugas kebersihan di kampung atau perumahan di Surabaya mayoritas akan mengambil sampah rumah tangga secara serentak, karena sudah akan mendekati libur lebaran.

“Yang harusnya dua hari sekali, itu bisa diambil semua. Karena mereka (petugas kebersihan, Red) ramai-ramai mengambil gaji di RT setempat mereka bekerja. Tapi kalau jumlah sampah rumah tangga ini masih normal saja,” urainya.

Dirinya melanjutkan, upaya DKRTH menekan angka sampah selama Ramadan ini sudah dilakukan imbauan dengan cara yustisi ke PKL. Imbauan agar tidak terjadi penumpukan sampah itu atas perintah Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini. Selain itu, DKRTH bersama Satpol PP dan Linmas juga menertibkan PKL yang membuang sampah sembarang tempat.

“Sudah ada imbauan dari Bu Wali, masa satu hari itu pemusnahan ada kira-kira 1.000 kelapa hasil dari PKL-PKL ini. Satu truk bisa sampai 3-4 ton, kadang bisa 6-7 ton,” pungkansya. (gin/nur)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia