Selasa, 18 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Nekat Lawan Petugas, Pelaku Perampasan di Belasan TKP Didor

21 Mei 2019, 17: 10: 38 WIB | editor : Wijayanto

BIAR KAPOK: Tersangka Wahyu Dimas Putra Bagus menunjukkan ponsel rampasannya.

BIAR KAPOK: Tersangka Wahyu Dimas Putra Bagus menunjukkan ponsel rampasannya. (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Belasan kali merampas Wahyu Dimas Putra Bagus, 24, tersungkur ditembak polisi. Warga Jalan Putat Gede Timur Gang 4 Nomor 59, Surabaya, ini ditangkap setelah kaki kanannya tertembus peluru karena melawan saat digerebek.

Penangkapan Wahyu dilakukan pada, Rabu (15/5). Dia ditangkap saat berkeliling mencari sasaran bersama temannya Andre (buron) di Jalan Sukomanunggal.

Awalnya, saat ditangkap Wahyu mencoba kabur dengan melawan polisi. Namun, aksinya gagal setelah timah panas mengenai kakinya.

“Setelah menangkap Wahyu, kami keler ke rumahnya. Disana kami mendapati barang bukti berupa tas dengan keadaan tali putus, identitas pemilik tas dan dua lembar STNK,” ungkap Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya Iptu Giadi Nugraha.

Dalam menjalankan aksinya, Wahyu dan Andre biasa berboncengan mengendarai motor. Mereka berkeliling ke sejumlah kawasan di Surabaya untuk mencari sasaran. Targetnya adalah perempuan yang mencangklong tas atau bermain HP.

 “Setelah menemukan target, pelaku memepet korban. Wahyu bertugas sebagai eksekutor merampas tas atau HP korban,” terangnya.

Menurut Giadi, pelaku sudah lama menjadi incaran polisi. Sebab, dia terdeteksi sudah belasan kali beraksi. Di antaranya, di Jalan Satelit Indah, Jalan Raya Sukomanunggal, Jalan Gunungsari dan Jalan Raya Darmo Permai.

Terakhir, pelaku merampas tas milik Aprilia Wulansari, warga Jalan Sememi Jaya 3 Nomor 1, Surabaya. “Komplotan ini juga terkenal sadis. Mereka tak segan melukai korbannya jika melawan,” katanya. 

Dari pengakuan Wahyu, dia sudah sudah setahun menjadi pelaku perampasan. Mejambret sudah menjadi keahliannya. “Hasil rampasan untuk kebutuhan sehari-hari. Kalau berupa uang tinggal dibagi. Kalau HP kami jual dulu,” akunya. (yua/vga)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia