Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Sidoarjo
Menengok Situs Alas Tarik di Sidoarjo (1)

Tetap Setia Menjaga Situs Bernilai Sejarah Masa Lalu

21 Mei 2019, 16: 49: 33 WIB | editor : Wijayanto

BERNILAI SEJARAH: Salah satu warga saat menunjukkan situs pondasi bangunan bersejarah yang ditemukan satu tahun lalu

BERNILAI SEJARAH: Salah satu warga saat menunjukkan situs pondasi bangunan bersejarah yang ditemukan satu tahun lalu (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

Penemuan situs pondasi yang berada di kawasan makam di Dusun Klinter, Desa Kedungbocok Kecamatan Tarik, sempat membuat heboh awal Februari 2018. Salah satu situs yang dipercaya berasal dari Kerajaan Majapahit itu kini terus dijaga oleh beberapa komunitas secara sukarela.

Lukman Al Farisi-Wartawan Radar Sidoarjo

SORE itu, dua anggota dari komunitas Garda Wilwatikta, Agus Subandriyo dan Umarjiono terlihat sudah menunggu kedatangan Radar Sidoarjo, di Balai Desa Kedungbocok, Tarik. Dua anggota dari komunitas pecinta sejarah dan budaya itu mengajak Radar Sidoarjo melihat kondisi terkini situs yang ditemukan satu tahu yang lalu itu.

“Awalnya banyak ditemukan artefak masa lalu disini, enggak tahunya ternyata ada pondasi,” kata Agus Subandriyo.

Agus bercerita, sebelum pondasi yang dipercaya bagian dari kerajaan Majapahit itu ditemukan, awalnya banyak artefak yang tergeletak bertebaran begitu saja. Artefak-artefak itu tersebar di sekitar rumah warga, pemakaman hingga pesawahan.

Penemuan banyak artefak itu rupanya tidak digubris oleh masyarakat sekitar. Hal itu membuat Agus dan beberapa kawannya tergugah untuk mencari tahu banyaknya artefak yang berceceran itu. “Ada sebagian masyarakat yang membawa bongkahan itu ke rumahnya, untuk dikoleksi,” terangnya.

Dari beberapa temuan artefak purbakala itu, terdapat satu temuan yang cuku menarik perhatian Agus. Yaitu temuan pecahan Terakota. Penemuan terakota itu membuatnya semakin yakin jika kawasan Kedungbocok merupakan salah satu kawasan yang menyimpan sejarah masa lalu.

Salah satu dugaan terkuatnya adalah, Kedungbocok merupakan bekas kerajaan Majapahit awal sebelum pindah ke keawasan Trowulan Mojokerto. Keyakinan itu semakin kuat saat sebuah pondasi bangunan terlihat di kawasan makan desa itu. “Ini banyak yang meyakini merupaka pondasi bangunan pintu masuk kerajaan,” ujarnya.

Pondasi bangunan itu unurannya cukup panjang. Sekitar 13 meter dengan lebar 50 cm. Kini, Agus beserta beberapa kawan komunitasnya yang lain masih terus menjaga situs bernilai sejarah itu. (bersambung/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia