Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Jaksa Eksekusi Koruptor Alat TIK Dinas Pendidikan Gresik

21 Mei 2019, 09: 24: 40 WIB | editor : Wijayanto

DIEKSEKUSI: Elly Sundari dijemput penyidik Kejari Gresik di rumahnya Perumahan Pondok Permata Suci, kemarin karena korupsi alat TIK 2013.

DIEKSEKUSI: Elly Sundari dijemput penyidik Kejari Gresik di rumahnya Perumahan Pondok Permata Suci, kemarin karena korupsi alat TIK 2013. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Gresik mengeksekusi Elly Sundari, 41, terpidana kasus korupsi dana pengadaan alat teknologi informasi dan komunikasi (TIK) di Dinas Pendidikan Kabupaten Gresik, kemarin. Terpidana dijemput kejaksaan di rumahnya, di Jalan Yaqut  Yaqut Raya, Pondok Permata Suci (PPS), Desa Suci, Kecamatan Manyar.

Elly Sundari ditetapkan sebagai terpidana setelah permohonan kasasi yang diajukan Kejari Gresik dikabulkan Mahkamah Agung. Dalam putusan kasasi nomor Kasasi Mahkamah Agung RI No 390 K/pid.sus/2019, terpidana dinyatakan terbukti bersalah melakukan korupsi pengadaan alat TIK pada 2013 silam di Dispendik Gresik.

Dalam amar putusannya, Hakim Agung MA memvonis pidana penjara selama 4 tahun. Kemudian, pidana denda Rp 200 juta dan subsidair 6 bulan. Tidak hanya itu, terpidana juga diminta membayar uang pengganti sebesar Rp 478 juta dan subsidair 6 bulan.

Setelah menerima salinan putusan itu, tim JPU menjemput terpidana di rumahnya. Di rumahnya di Jalan Yaqut Raya Komplek PPS Manyar, terpidana bersikap kooperatif.

Setelah menyerahkan surat eksekusi, Elly Sundari akhirnya dijebloskan ke Rutan Kelas IIB Banjarsari, Kecamatan Cerme, Gresik.  “Yang bersangkutan langsung kami bawa ke Rutan,” kata Kasi Pidsus Kejari Gresik Andrie Dwi Subianto, kemarin.

Dikatakan, dalam amar putusan kasasi tersebut menyebutkan, terpidana dikenakan hukuman badan selama 4 tahun. Kemudian, denda Rp 200 juta dan subsidair 6 bulan serta membayar uang pengganti sebesar Rp 478 juta dan subsidair 6 bulan.

Dijelaskan, terpidana tersandung perkara korupsi pengadaan barang TIK senilai Rp 1,8 miliar. Dana tersebut berasal dari bantuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemanpora) Dirjen Pendidikan RI, tahun anggaran 2013.

Anggaran tersebut sejatinya diperuntukan kepada 34 sekolah dasar dengan masing-masing mendapatkan Rp 54 juta. Namun, dengan modus kejahatannya, negara mengalami kerugian sebesar Rp 1 miliar.

“Yang bersangkutan kooperatif. Langsung kami bawa ke Rutan kelas IIB Gresik,” imbuh Kasi Intel Raden Bayo Probo Sutopo.(yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia