Selasa, 22 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Harkitnas Momentum Bangkit Lawan Kemiskinan

21 Mei 2019, 08: 40: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

MOTIVASI MASYARAKAT: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) menyerahkan piagam dan trofi pada para camat pemenang Lomba Sinergitas Kinerja Kec

MOTIVASI MASYARAKAT: Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (kiri) menyerahkan piagam dan trofi pada para camat pemenang Lomba Sinergitas Kinerja Kecamatan Tingkat Provinsi disela-sela upacara Hari Kebangkitan Nasional di Grahadi. (ISTIMEWA)

Share this      

GUBERNUR SURYO - Gubernur Jawa Timur (Jatim) Khofifah Indar parawansa mengatakan peringatan Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) ke-111 tahun 2019 harus dijadikan sebagai momentum untuk bangkit melawan kemiskinan, kebodohan, ketertinggalan dan upaya untuk memecah belah persatuan dan kesatuan. Ini berkaitan dengan kemajuan, keunggulan daya saing masyarakat.

Khofifah mengatakan, cara melawan kebodohan adalah dengan meningkatkan derajat pendidikan, salah satunya pendidikan vokasi. Melalui pendidikan vokasi diharapkan para lulusannya mampu menjadi tenaga kerja yang memiliki keahlian. “Bila ini dilakukan dapat membantu meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) kita,” katanya usai menjadi inspektur upacara peringatan Harkitnas di Gedung Negara Grahadi, Senin (20/5)

Selain melawan kebodohan, lanjutnya, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jatim juga terus berupaya menurunkan angka kemiskinan, terutama di pedesaan. Berbagai upaya terus dilakukan, salah satunya dengan menguatkan pemberdayaan ekonomi masyarakat terutama di pedesaan. "Semua ini dilakukan untuk mendorong percepatan kesejahteraan masyarakat di Jatim," jelasnya.

Dalam kesempatan ini, Khofifah juga mengajak masyarakat Jatim untuk menjadikan momentum Harkitnas sebagai penguat untuk menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Menurutnya, segala perbedaan yang ada harus disyukuri sebagai suatu rahmat, bukan sebagai potensi pemecah belah atau disintegrasi. 

“Ini harus menjadi penguat kita untuk meneguhkan Jatim sebagai provinsi besar, dimana Sumpah Palapa yang diucapkan Patih Gajah Mada berasal dari Kerajaan Majapahit yang merupakan wilayah Jatim. Makna dari sumpah ini harus kita jaga bersama,” terangnya. 

Lebih lanjut menurutnya, dengan bertumpu pada kekuatan jumlah sumber daya manusia dan populasi pasar, Indonesia diproyeksikan akan segera menjemput harkat dan martabat baru dalam arah ekonomi dunia, bersama negara-negara besar lainnya. Ekonomi Indonesia diharapkan akan tumbuh menjadi sepuluh besar, bahkan lima besar dunia, dalam 10 sampai 30 tahun mendatang. 

“Kuncinya terletak pada hasrat kita untuk tetap menjaga momentum dan iklim yang tenang untuk bekerja. Kita harus jaga agar suasana selalu kondusif penuh harmoni dan persatuan,” pungkasnya. (mus/nur)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia