Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Diduga Hendak Ikuti Aksi People Power di Jakarta

Polisi-TNI Gagalkan Rombongan Massa di Suramadu

20 Mei 2019, 08: 19: 41 WIB | editor : Wijayanto

DICEGAH: Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan berdialog dengan perwakilan massa dari Sampang yang hendak ke Jakarta.

DICEGAH: Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan berdialog dengan perwakilan massa dari Sampang yang hendak ke Jakarta. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Satu mobil minibus dan tiga mobil Elf dihentikan anggota gabungan Polres Pelabuhan Tanjung Perak, Ditreskrimsus Polda Jatim dan TNI di exit Jembatan Suramadu, Senin (20/5) pukul 02.05. Rombongan tersebut dihentikan karena diduga hendak menuju ke Jakarta untuk mengikuti aksi massa. 

Saat dihentikan, mereka menolak untuk diajak makan sahur bersama di Polda Jatim. Bahkan, massa yang mayoritas menggunakan baju koko ini terus bersikukuh minta untuk melanjutkan perjalanan.

Sebanyak 54 orang yang diangkut dengan empat mobil tersebut sempat mengaku hendak menuju ke wilayah Ampel, Bungkul dan selanjutnya ke makam Sunan Gunung Jati di Cirebon.

Mereka berdalih mau berziarah ke makam para sunan. Polisi sempat menawarkan pengawalan namun tetap ditolak oleh rombongan ini. Bahkan sempat terjadi adu argumentasi antara Wakapolres Pelabuhan Tanjung Perak Kompol Ahmad Faisol Amin dengan perwakilan rombongan.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan pun sempat langsung turun ke lokasi untuk berdialog dengan perwakilan massa ini. Dalam dialog tersebut, akhirnya mereka sepakat untuk kembali ke Sampang, Madura.

Mereka lantas diangkut menggunakan mobil yang mereka tumpangi sebelumnya untuk kembali ke rumah masing-masing. "Teman-teman sepakat kembali ketimbang sahur di Polda Jatim," ujar pimpinan rombongan, Muslimin.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan mengatakan, sejak dimulai pada Minggu (19/5) pukul 12.00 hingga Senin (20/5) pukul 03.30, diketahui ada sebanyak 1.154 orang telah digagalkan keberangkatannya ke Jakarta untuk mengikuti aksi tanggal 22 Mei nanti.

Massa sebanyak itu digagalkan dari beberapa daerah di Jawa Timur. "Ada yang dari NTT kami cegah, dan saat ini ada di Polres Banyuwangi," ungkapnya.

Ia mengatakan, kondisi keamanan setelah penangkapan teroris di beberapa daerah membuat kepolisian bertindak untuk mencegah keberangkatan massa ini. Ia mengaku keselamatan warga Jatim merupakan tanggung jawabnya.

"Kami menghimbau untuk tidak ke sana (Jakarta, Red) karena alasan keamanan. Kami akan periksa ketua rombongannya, kami persilahkan kembali karena situasi kurang kondusif," ujarnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia