Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Lubang Jalan Bertebaran, DPU Hanya Bisa Tambal Sulam karena Minim Dana

19 Mei 2019, 21: 32: 16 WIB | editor : Wijayanto

DITAMBAL: Para pekerja saat melakukan proses penambalan jalan di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Waru.

DITAMBAL: Para pekerja saat melakukan proses penambalan jalan di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Waru. (LUKMAN ALFARISI/RADAR SIDOARJO)

Share this      

DITAMBAL: Para pekerja saat melakukan proses penambalan jalan di Jalan Brigjend Katamso, Kecamatan Waru, Sabtu (18/5) siang.

LUKMAN AL FARISI/RADAR SIDOARJO

Tambal Sulam Jalan Brigjend Katamso

SIDOARJO - Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Sumber Daya Air (DPUBMSDA) melakukan penambalan jalan di Jalan Brigjend Katamso, Janti, Kecamatan Waru, Sabtu (18/5). Penambalan jalan itu merupakan salah upaya pemeliharaan jalan yang dilakukan sejak Jumat (17/5) lalu.

Kepala DPUBMSDA Sidoarjo Sunarti Setyaningsih mengatakan, pemeliharaan jalan itu dilakukan untuk ruas jalan yang berlubang. Pemeliharaan itu dilakukan sebab pihaknya belum bisa melakukan peningkatan jalan.

Hal itu lantaran dana untuk perbaikan jalan tersebut saat ini masih belum tersedia. Sehingga saat ini yang bisa dilakukan adalah pemeliharaan rutin di ruas jalan yang berlubang. “Ada banyak yang kami lakukan, selain di Waru juga di Porong juga ada,” katanya kepada Radar Sidoarjo.

Sementara itu, koordinator pengawas lapangan Musama mengatakan, perbaikan jalan di kawasan Waru itu dilakukan sepanjang lebih dari 3 kilometer. Penambalan jalan itu dilakukan di titik-titik ruas jalan yang berlubang serta bergelombang.

Dalam proyek penambalan jalan itu, setidaknya melibatkan 10 pekerja lapangan. Para pekerja mulai melakukan penambalan jalan dari arah barat menuju arah timur di Jalan Brigjend Katamso itu. “Terus perlahan menuju ke Timur nanti,” ujaranya.

Musama menargetkan pekerjaan penambalan itu akan selesai paling lama 10 hari. Pada hari pertama pengerjaan, bahan aspal yang digunakan mencapai 7 ton. Sementara di hari kedua pengerjaan menjapai 10 ton bahan aspal. “Sama-sama satu truk, tapi muatannya beda,” terangnya.

Pantauan Radar Sidoarjo di lokasi, pengerjaan penambalan jalan itu sempat membuat jalan di kawasan itu tersendat. Sebab pengendara yang hendak melintas harus bergantian. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia