Jumat, 22 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Istri Terduga Teroris di Gresik Bantah Suaminya Terlibat

19 Mei 2019, 12: 48: 50 WIB | editor : Wijayanto

MEMBANTAH: Istri terduga teroris beserta anaknya memilih berdiam di rumah kontrakan pasca penangkapan suaminya.

MEMBANTAH: Istri terduga teroris beserta anaknya memilih berdiam di rumah kontrakan pasca penangkapan suaminya. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Penangkapan terduga teroris Agus Supranoto, 44, warga Perumahan Griya Suci Permai Baru (GSPB) Blok F4/28 Desa Suci, Kecamatan Manyar Sabtu, pukul 05.00 mengejutkan warga perumahan. Mereka juga awalnya tidak percaya jika tetangga mereka ditangkap anggota Detasemen Khusus 88 Anti Teror.

Agus ditangkap karena terindikasi teroris anggota jaringan Jamaah Islamiyah (JI), Sabtu pagi di Musala Ridho Allah, komplek Perumahan GSP. Menurut Junaidi, 38, tetangga terduga, mengaku tidak menduga jika Agus yang rumahnya bersebelahan dengan dirinya terafiliasi jaringan teroris.

"Saya sempat terkejut saat disergap. Namun salahsatu dari mereka menyebut kalau dia adalah anggota Densus 88 Anti Teror," kata Junaedi.

Dikatakan, di kalangan masyarakat Agus Supranoto terkenal orang yang baik. Dia cukup aktif dalam kegiatan masyarakat seperti pengajian dan kerja bakti warga.“Terus terang saya dan warga lain tidak menyangka karena memang orangnya sangat baik. Sama orang itu suka menyapa,” imbuhnya.

Istri terduga pelaku, Nurilam, 43  membantah suaminya terlibat jaringan teroris. Suami dan ketiga anak mereka selama ini tidak terlihat berbuat nyeleneh. “Saya tidak tahu apa-apa tiba-tiba banyak polisi masuk rumah,” kata Nurilam istri terduga pelaku teroris.

Dijelaskan, selama ini pekerjaan sehari-hari sang suami yakni sopir carteran. Selain itu, pria yang dinikahinya sejak tahun 2001 silam itu memiliki keahlian memperbaiki laptop. Keahliannya itulah yang digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari.

“Saya pindah dari Semarang kesini sejak bulan Januari karena memang kebetulan saat disana ikut orang tua,” imbuhnya. 

Dikatakan, selama ini suaminya juga sering membaca buku-buku tentang jihad. Kendati demikian, dia menyangkal jika sang suami terlibat jaringan teroris sebab Agus tidak pernah mengikuti pengajian yang berbau tentang jihad. “Harapannya suami bisa segera pulang ke rumah,” tandasnya.(fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
Artikel Lainya
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia