Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya
Cegah Aksi People Power

Polda Jatim Akan Sweeping Warga yang Nekat ke Jakarta

18 Mei 2019, 14: 46: 00 WIB | editor : Wijayanto

HIMBAUAN: Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan saat memberikan keterangan.

HIMBAUAN: Kapolda Irjen Pol Luki Hermawan saat memberikan keterangan. (M MAHRUS/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) mengimbau warga Jatim untuk tidak berangkat ke Jakarta pada Rabu, 22 Mei 2019 mendatang bertepatan dengan proses penetapan hasil pemilu di KPU RI. 
Apabila tetap nekat berangkat, pihak kepolisian bekerja sama dengan TNI akan melakukan upaya penangkalan atau pencegahan termasuk upaya sweeping.
"Pasti akan dilakukan sweeping dan tindakan tegas apabila mereka membawa senjata tajam, atau apa yang lain-lain. Kami dan Pak Pangdam sepakat," ujar Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan kepada wartawan di Mapolda Jatim, Jumat malam (17/5). 
Luki menambahkan, untuk mencegah masyarakat Jatim ke Jakarta mengikuti aksi people power, polisi akan melakukan upaya tahapan sesuai aturan. Salah satunya dengan mengimbau tokoh masyarakat, dan melibatkan pemerintah setempat mulai wali kota hingga camat. 
"Di media sosial sungguh luar biasa (ajakan) berangkat ke Jakarta. Dengan adanya pihak-pihak yang ingin memperkeruh kami mengimbau masyarakat Jawa Timur untuk tidak berangkat dan terpengaruh," tegasnya. 
Apabila memaksakan berangkat, Kapolda akan tetap melakukan upaya pencegahan dengan cara persuasif. Pihaknya juga meyakini masyarakat Jatim sebagian besar tidak akan terpengaruh. Lantaran selama ini cukup dikenal santun dan tidak mudah terprovokasi. 
Di tempat yang sama Gubernur Jatim Khofifah Indarparawansa mengatakan masyarakat Jatim diminta untuk lebih melakukan ibadah di masjid-masjid dan pesantren-pesantren. Tidak usah berangkat ke luar kota atau luar Jatim. 
"Saya mohon kita melakukan (ibadah) dengan khidmat di rumah masing-masing tidak usah ke luar kota ke luar Jatim. Proses yang sudah dilakukan di Jatim, dari mulai  TPS kecamatan, kabupaten, kota dan provinsi, sudah selesai dengan saksi-saksi dari partai dan saksi dari capres sudah selesai," ungkapnya. 
Karena itu, proses konstitusi di Jatim sudah selesai. Proses untuk bisa memberikan apresiasi terhadap seluruh dinamika politik sudah selesai. (rus/jay)

(sb/rus/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia