Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Pencari Katak Tewas Kesetrum Jebakan Tikus

18 Mei 2019, 14: 13: 45 WIB | editor : Wijayanto

TEWAS: Jasad Nur tergeletak di pematang sawah di Desa Munggugebang Kecamatan Benjeng.

TEWAS: Jasad Nur tergeletak di pematang sawah di Desa Munggugebang Kecamatan Benjeng. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Seorang pencari katak ditemukan tewas di tepi pematang sawah milik Sarkam, 58, di Dusun Munggu Soyi RT 8 RW 2 Desa Munggu Gebang, Kecamatan Benjeng, Sabtu dinihari (18/5). Korban diketahui adalah Nur, 67, warga Dusun Karangan RT 6 RW 2 Desa Karangan Kidul, Kecamatan Benjeng.

Korban pertama kali ditemukan oleh Sarkam, pemilik sawah pada Sabtu dini hari. Saat itu Sarkam hendak mengecek sawah miliknya yang sudah dipasangangi kabel aliran listrik. Kabel yang teraliri listrik dari mesin genset ini sengaja dipasang untuk menjebak tikus sawah.

Menurut Jatmiko, 37, Kepala Dusun Munggusoyi, sawah milik Sarkam memang ada kabel aliran listrik. Sekitar pukul 17.45, pemilik sawah menghidupkan genset untuk mengalirkan listrik yang mengaliri sawahnya. Kabel listrik dipasang di atas pematang sawah untuk mengusir tikus. Kemudian pukul 19.00, pemilik sawah pulang.

Sekitar pukul 20.30 usai salat tarawih, Sarkam kembali ke sawahnya untuk mengecek kondisi kabel listrik. "Saat menyusuri pematang sawah, Pak Sarkam melihat ada sesosok tubuh tergeletak di tepi dalam kondisi tertelungkup," kata Jatmiko.

Sarkam kemudian mencoba membangunkan korban, namun tidak bereaksi. Khawatir terjadi sesuatu, Sarkam melaporkanya kejadian itu ke Suyanto, 52, Perangkat Desa Munggugebang. Bersamaan itu juga dilaporkan ke Polsek Benjeng terkait temuan orang di sawah.

Anggota Polsek Benjeng Aiptu Nirwanto, Aiptu Hariadi, Bripka Teddy dan Bripka Anas datang ke TKP untuk melakukan olah TKP. Tidak lama kemudian Kapolsek Benjeng AKP Zamzani melakukan pemeriksaan korban.

"Memang benar ada pencari katak yang meninggal dunia karena kesetrum di sawah orang lain. Korban adalah Nur, warga Desa Karangan Kidul Kecamatan Benjeng," jelas kapolsek. 

Dari pemeriksaan olah TKP, polisi mengamankan barang bukti di antaranya kabel dan genset yang menjadi penyebab kematian korban. Sementara dari pemeriksaan medis diketahui korban mengalami luka pada bagian paha kanan sepanjang 15 Cm dan sedalam 3 Cm. Kemudian luka di lutut kiri panjang 10 Cm dan dalam 0,5 Cm.

"Atas permintaan keluarga korban, mereka menolak otopsi dan tidak menuntut atas kematian korban. Karena permintaan itu, jasad korban langsung dipulangkan dan dimakamkan," kata dia.

Kapolsek mengimbau kepada warga untuk tidak menggunakan jebakan tikus dengan kabel beraliran listrik. "Lebih baik pakai cara lain daripada memasang aliran listrik yang bisa membahayakan diri sendiri maupun orang lain," imbau AKP Zamzani. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia