Rabu, 19 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Transaksi Emas Syariah Via Perbankan Meningkat

18 Mei 2019, 12: 54: 56 WIB | editor : Wijayanto

MAKIN DIMINATI: Karyawan PT Bank Syariah Mandiri menunjukkan produk emas yang diminati nasabah.

MAKIN DIMINATI: Karyawan PT Bank Syariah Mandiri menunjukkan produk emas yang diminati nasabah. (M FIRMANSYAH/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Sejumlah perbankan Syariah di Gresik mencatat pertumbuhan nasabah maupun transaksi tabungan emas. Ini menunjukkan banyaknya masyarakat Gresik yang tertarik pada produk tabungan emas oleh perbankan syariah.

Kepala Cabang BNI Syariah Gresik, Heni Wiyono mengatakan, jumlah nasabah baru pemilik Tabungan Emas di BNI Syariah saat ini mencapai 1.200 nasabah. Jumlah ini tumbuh sekitar 19 persen dibandingkan tahun lalu.

"Tahun lalu total ada 900 rekening tabungan emas nasabah. Sepanjang 2019 ada sekitar 300 nasabah baru," kata dia.

Hal ini, kata Heni, secara otomatis membuat jumlah transaksi tabungan emas naik meskipu angka kenaikan belum signifikan.  Dari angka ini, pihaknya optimis kinerja perusahaan akan terus meningkat ditambah dengan adanya aplikasi digital.

"Selama puasa seperti ini kami gencar melakukan penetrasi ke nasabah yang memiliki dana lebih. Nanti saat menjelang lebaran angka transaksi justru mengalami penurunan," ungkapnya.

Hal yang sama diungkapkan, Kepala Cabang Bank Mandiri Syariah Gresik, Annisa. Menurutnya, kini perbankan berlabel syariah memang sedang gencar mendorong pertumbuhan transaksi tabungan emas.

"Bagi kami program tabungan emas adalah titipan. Nasabah membeli emas, kemudian dititipkan pada kami, diadministrasi dengan baik. Jadi kita ingin mendorong nasabah lama untuk tetap loyal dan menggaet nasabah baru," kata Annisa.

Annisa menyatakan, saat menawarkan produk tabungan emas pihaknya mengedepankan kelebihan dari investasi emas. Menurutnya, masyarakat Gresik saat ini belum banyak yang tertarik berinvestasi emas batangan. "Mereka lebih suka yang bentuknya perhiasan, masyarakat sering tidak sadar emas itu aset, baru sadar pas butuh uang,” imbuhnya. (fir/ris)

(sb/fir/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia