Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Polres Gresik Luncurkan Aplikasi Pengaduan Polisi Online

18 Mei 2019, 12: 52: 41 WIB | editor : Wijayanto

TAMPUNG PENGADUAN: Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro memimpin rapat pembuatan aplikasi dumas onlaine.

TAMPUNG PENGADUAN: Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro memimpin rapat pembuatan aplikasi dumas onlaine. (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK - Untuk mempermudah laporan dan pengaduan masyarakat, Polres Gresik berencana meluncurkan aplikasi. Aplikasi yang diberi titel Dumas Online Kriminal Khusus akan disosialisasikan oleh Satreskrim Polres Gresik.

Kapolres Gresik AKBP Wahyu S Bintoro menjelaskan, aplikasi ini bisa diunduh google playstore. Layanan dumas online Kriminal Khusus ini diciptakan AKBP Krishadi Permadi, Kepala Bagian Wasidik Ditreskrimsus Polda Jatim. "Aplikasi pengaduan yang fokus pada persoalan tindak pidana ekonomi, serta pelaporan prilaku anggota kriminal khusus ini mengadopsi aplikasi GoSigap yang telah dilaunching Polres Gresik pada 2016," kata AKBP Wahyu S Bintoro.

Dikatakan, Polres Gresik telah meraih predikat  Wilayah Bebas dari Korupsi dan Wilayah Briokrasi Bersih Melayani (WBK/WBBM).  "Zona integritas itu tidak hanya untuk pimpinan. Namun tetapi, untuk semua anggota Polres Gresik," terang dia.  

Dikatakan, untuk menciptakan zona integritas tanpa korupsi itu, bukan hanya diawasi pimpinan. Masyarakat juga mengawasinya. AKBP Krishadi Permadi penggagas aplikasi menjelaskan, Dumas Online Kriminal Khusus ini mencakup tiga pengaduan yang bisa dilaporkan oleh masyarakat. Yakni, pengaduan perkara tindak pidana ekonomi , pengaduan prilaku anggota Krimsus yang menyimpang dan pengaduan  tindak pidana di luar tindak pidana ekonomi.

Pelaporan dilakukan secara online dengan mengunduh aplikasi di google playstore.  ”Aplikasi diunduh gratis. Dan, masyarakat harus mengisi identitas diri berdasarkan NIK (nomor induk kependudukan),” kata  Krishadi.

Mengapa harus pakai NIK?  Ini untuk menghindarkan adanya pelaporan hoak. Pelayanan kepolisian berbasis aplikasi ini dilakukan karena masyarakat sudah cukup melek tentang teknologi informasi.  ”Semua orang memiliki gadget,”katanya. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia