Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Bisa Tukar Menukar Satwa, KBS Jadi Taman Konservasi

18 Mei 2019, 10: 56: 16 WIB | editor : Wijayanto

DIMINATI: Pengunjung memadati wahana wisata di Kebun Binatang Surabaya.

DIMINATI: Pengunjung memadati wahana wisata di Kebun Binatang Surabaya. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Kebun Binatang Surabaya (KBS) kini resmi menjdi taman satwa konservasi. Secara resmi penyerahan Surat Keputusan (SK) Izin Lembaga Konservasi Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS diberikan Dirjen Kementrian Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) Wiratno di rumah kediaman Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Jumat (17/5).

Penyerahan SK ini menurut Wiratno, akan menjadi momentum yang bersejarah karena KBS merupakan ikon Kota Surabaya. Selain itu, KBS juga salah satu bentuk lembaga konservasi yang didalamnya terdapat unsur pendidikan mengenai satwa.

“Jadi harus lebih bagus. Prototipe bonbin ini satwanya hampir ada di seluruh Indonesia. Kita punya 27,14 juta hektar konservasi di seluruh Indonesia, mulai gajah, harimau Sumatra, badak Jawa, orangutan Kalimantan, kecuali harimau Jawa yang sekarang banyak dicari, segala macam jenis hewan, untuk daratan dan perairan kita jadikan satu nomor satu, Brazil kalah,” kata Wiratno, seusai berbuka puasa di Rumah Kediaman Wali Kota, kemarin. 

Wiratno melanjutkan, dengan penyerahan SK ini, PDTS KBS bisa mengelola satwa dan bisa tukar menukar satwa. Selain, karena hal tersebut sudah menjadi kewajiban, juga untuk menyejahterakan satwa.

“Kalau bisa burung ya kandangnya cukup, masih bisa terbang,” jelasnya.

Sementara itu, diperolehnya izin konservasi di KBS menurut Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini pihaknya berharap PDTS KBS bisa lebih fleksibel dalam mengelola keuangan, pembangunan, dan kesejahterahan satwa.

“Dengan harapan bisa melakukan kualitas KBS yang lebih baik, karena satwa yang dilindungi undang-undang itu banyak. Ada bekantan, jalak bali, dan banyak lagi. Kemarin aja Kalimantan itu minta bekantan dari Surabaya untuk di bawa kesana (Kalimantan,Red),” kata Risma.

Selain itu, PDTS KBS diharapkan bisa melakukan pengembangan binatang langka lebih baik lagi. Karena saat ini PDTS KBS juga telah berhasil membreding atau mengawinkan satwa langka jadi lebih banyak lagi. Salah satunya ada Komodo yang dinilai saat ini populasinya di KBS sudah sangat baik, bahkan rencananya Komodo-komodo tersebut akan dikembalikan ke habitat aslinya di Kepulauan Flores.

Dengan diterbitkannya SK ini, KBS juga bisa melakukan tukar menukar satwa. Selain itu, nantinya KBS diharapkan bisa menjodohkan satwa yang masih belum memiliki jodoh untuk dikawinkan.

“Saya juga pengennya itu Jerapah bisa dikembang biakkan lagi. Zebra dan Singa itukan juga sendirian, kasihan. Harus dicarikan jodohnya,”  terangnya.

Direktur Utama PDTS KBS Khoirul Anwar menambahkan pihaknya menyambut baik turutnya SK tersebut dan kedepannya PDTS KBS berupaya mengembalikan lagi image kebun binatang terbesar dan terlengkap di Indonesia. Ia mengaku saat ini sudah menyiapkan program revitalisasi yang akan diaplikasikan.

“Prioritas awal ini nanti kita akan merevitalisasi kandang-kandang satwa, terlebih bagi satwa yang usianya sudah tua. Seperti Burung, dan lain sebagainya, itu sayang sekali kalau dibiarkan,” terangnya.

Sedangkan untuk area di bagian luar, PDTS KBS juga telah memberikan jalan setapak bagi pengunjung. Rencananya, lanjut Khoirul, itu nanti akan menjadi salah satu destinasi baru bagi wistawan yang berkunjung di KBS.

“Nanti itu ada sebuah kandang burung yang dilepas liarkan, kandangnya besar dan pengunjung bisa melihat langsung burung-burung tersebut, jadi bisa kasih makan juga,” urainya.

Kandang yang akan dibangun tersebut telah disiapkan PDTS KBS lahan seluas 700 meter persegi. Selain kandang burung, KBS menyiapkan kandang beruang madu disisi barat. Karena itu, dalam waktu dekat akan dilakukan perevatilsasian agar pengunjung tidak merasa bosan dengan wahana yang ada saat ini.

“Banyak pengunjung itu tanya, satwa yang baru, kemudian wahana, tadi juga sudah di singgung oleh Bu Wali. Nanti kita akan kerjasama dengan wisata satwa lainnya, seperti Bali Zoo, Ragunan, dan lain sebagainya,” pungkasnya. (gin/rud)

(sb/gin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia