Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Kreasi Produk Desain Komunikasi Visual Menjadikan Barang Benilai Jual

18 Mei 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

LUCU: Feicia Juliet, mahasiswa DKV Universitas Ciputra menunjukkan hasil karyanya berupa Clay Kit yang merupakan aplikasi dari studinya yang dipamerka

LUCU: Feicia Juliet, mahasiswa DKV Universitas Ciputra menunjukkan hasil karyanya berupa Clay Kit yang merupakan aplikasi dari studinya yang dipamerkan di Ciputra World Surabaya, Jumat (17/5). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Mayjend Sungkono -  Mahasiswa desain komunikasi visual (DKV) hanya pandai mendesain packaging dan brosur. Stereotype monoton terhadap mahasiswa jurusan DKV ini berusaha didobrak oleh mahasiswa tingkat akhir dari Universitas Ciputra (UC) Surabaya yang menggelar pameran produk di Oval Atrium Ciputra World Surabaya, Jumat(17/5). 

Menariknya, alih-alih memamerkan packaging atau karya instalasi, mereka memamerkan produk-produk bernilai jual. Barang yang mereka jual pun beragam, ada yang menjual makanan, bunga-bungaan, bahkan produk kecantikan pun tutut dijajakan. 

Salah satunya adalah kreasi clay karya Feicia Juliet. Dirinya mendesain clay yang bisa dimanfaatkan untuk berbagai macam keperluan. Bisa untuk mainan edukatif, hiasan, gantungan kunci dan lain sebagainya. Feicia memanfaatkan ilmu DKV untuk mendesain clay dengan cetakan. Juga dalam pemilihan warna, bentuk dan lain-lain.

“Bagaimana saya membuat suatu bahan menjadi produk bernilai dengan memanfaatkan ilmu DKV, jadi sangat luas sekali,” ujarnya. 

Selain clay buatan Feicia, juga ada yang mendesain boks makeup bermagnet yang anti berantakan untuk traveling, lilin aroma terapi, hingga makanan dengan packaging lucu turut dipamerkan. 

Kepala Program Studi Visual Communication Design  UC Chirstian Angrianto menjelaskan, dengan pameran ini, pihaknya ingin menunjukkan masyarakat  bahwa desain, sudah masuk ke segala lini kehidupan masyarakat. Dengan desain juga, suatu produk dapat memiliki nilai jual, estetik dan manfaat yang lebih besar. 

“Lulusan DKV ada ribuan setiap tahunnya, dan kita tidak bisa hanya menyasar pekerjaan sebagai konsultan saja. Maka kami arahkan dari sudut pandang yang lain, yang memiliki nilai manfaat, dengan produk ini. Di sini mereka belajar entrepreneur, tapi juga maju dari branding-nya," tukasnya. (is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia