Senin, 18 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Events Surabaya

Untung Rp 15 Juta, Ketagihan Jual Jasa Tukar Uang

18 Mei 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

PANAS MENYENGAT: Sodik saat berjualan jasa tukar uang baru di Jalan Pahlawan.

PANAS MENYENGAT: Sodik saat berjualan jasa tukar uang baru di Jalan Pahlawan. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

Jasa penukaran uang yang dilakukan Sodik membuat dirinya untung. Saat akan lebaran momen tersebut selalu dimanfaatkanya untuk meraup penghasilan yang besar. 

RAHMAT SUDRAJAT-WARTAWAN RADAR SURABAYA

Terik matahari begitu menyengat di sekitar Jalan Pahlawan, Kamis (16/5). Siang itu, beberapa orang tampak bersemangat di pinggir jalan dengan melambai-lambaikan tangannya. Ya, mereka sedang menunjukkan puluhan uang baru untuk lebaram. Itulah polah dari para penjual jasa tukar uang baru di musim bulan puasa. 

Salah satunya  yang dilakukan Sodik. Dirinya sudah dua tahun ini berjualan uang baru di sekitar Jalan Pahlawan. Momentum Ramadan menjelang lebaran selalu digunakan untuk menambah pundi-pundi penghasilannya. Meski harus telaten tapi pekerjaan itu dianggapnya cukup menjanjikan. “Baru dua hari yang lalu buka. Ya cuma bawa uang Rp 25 juta saja,” katanya. 

Pria 59 tahun itu mengaku mendapatkan uang dari seseorang yang biasa mengoper uang baru menjelang lebaran. “Ini cuma uang operan bukan uang dari bank,” imbuhnya. 

Sodik membawa uang Rp 1000, Rp 2 ribu, hingga Rp 20 ribu. Uang Rp 2 ribu yang totalnya ada Rp 2 juta dijual per lembar Rp 2.110 ribu, untuk uang Rp 1.000 yang baru bisa diambil untung Rp 170 per lembar. “Malah mahal karena uangnya keluaran baru tahun ini jadi mahal,” ungkapnya. 

Menurut Sodik membawa uang dalam jumlah banyak berisiko pada keselamatannya. Namun, dirinya mengaku senang lantaran bisa mendapatkan keuntungan yang berlipat ganda pada bulan Ramadan. “Ya takut kalau pas uang belum laku. Tiba-tiba ada jambret gimana,” jelasnya. 

Tahun lalu Sodik untung Rp 15 juta selama penjualan tukar uang tersebut. Hal itulah yang membuatnya ketagihan. Namun, di balik pendapatannya itu dirinya mengaku harus sabar. Kena panas dan juga kena penertiban Satpol PP. (*/vga)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia