Senin, 20 Jan 2020
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Bangun Museum Pendidikan di Eks Lahan SMP/SMA Taman Siswa

18 Mei 2019, 08: 20: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

MUSEUM PENDIDIKAN : Bangunan Cagar Budaya eks sekolah Taman Siswa mulai direnovasi.

MUSEUM PENDIDIKAN : Bangunan Cagar Budaya eks sekolah Taman Siswa mulai direnovasi. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

JIMERTO -  Pemerintah Kota Surabaya akhirnya mendapatkan “hadiah” tanah beserta bangunannya yang merupakan aset milik Tiongkok a di Surabaya. Aset yang ada di Jalan Genteng Kali Nomor 10, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng atau bekas lahan SMP/SMA Taman Siswa. 

Berkas aset itu , diserahkan langsung oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Provinsi Jawa Timur, Etto Sunaryanto kepada Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini di ruang kerja Wali Kota Surabaya, Kamis (16/5). 

Usai dilakukan serah terima, pemkot akan segera merenovasi dan merawat gedung tersebut, karena akan dijadikan Museum Pendidikan, Rumah Matematika dan Rumah Bahasa. Pada saat penyerahan, Kakanwil DJKN Etto Sunaryanto mengatakan aset yang diserahkan kepada Pemkot Surabaya itu milik asing, yakni Tiongkok. 

Keputusan penyerahan aset ini tertuang dalam surat keputusan Kementerian Keuangan nomor 96/KM.6/2019 tentang penyelesaian Status Kepemilikan Aset Bekas Milik Asing/Tionghoa SMP/SMA Taman Siswa.

“Jadi, namanya penetapan status bekas aset Tiongkok yang dulu lama terselesaikan dan sekarang sudah kami selesaikan dan ditetapkan sebagai milik Pemkot Surabaya atau digunakan untuk penyelenggaraan Pemkot Surabaya,” kata Etto.

Menurut Etto, banyak aset di seluruh Indonesia, termasuk di Kota Surabaya yang digunakan oleh pihak lain. Oleh karena itu harus diselesaikan satu persatu supaya bisa kembali ke tangan pemerintah. “Di Surabaya masih ada di beberapa tempat. Proses ini memang butuh waktu karena timnya juga lengkap, mulai dari Kejaksaan, Kepolisian dan lembaga-lembaga lainnya,” tegasnya.

Ia pun meminta kepada Wali Kota Risma untuk langsung menggunakan aset tersebut sekaligus perawatannya. Wali Kota Risma memastikan bahwa aset tersebut akan digunakan untuk Museum Pendidikan, Rumah Matematika dan Rumah Bahasa. “Saya memang ingin membuat Museum Pendidikan di tempat itu, kemudian juga Rumah Matematika dan Rumah Bahasa,” tegas Wali Kota Risma.

Pada kesemapatan itu juga, Risma menjelaskan, bahwa sejak awal sudah tertarik dengan gedung cagar budaya itu. Bahkan, ia sempat bingung karena tidak dimanfaatkan oleh pemiliknya. “Makanya saya minta untuk ditelusuri dan ternyata aset ini bisa diserahkan kepada pemkot kalau memang berkeinginan. Akhirnya, saya berkirim surat ke Kementerian Keuangan sekitar satu tahun yang lalu. Saya gak kepikiran secepat ini,” kata dia.

Menurut Wali Kota Risma, Museum Pendidikan ini sangat penting karena dia ingin semua yang ada di Kota Surabaya bisa dirawat, termasuk peninggalan-peninggalan sejarahnya. Sebab, Kota Pahlawan ini kaya akan sejarah, sehingga generasi muda harus mengetahui peninggalan itu.(gin/rak)

(sb/gin/jek/JPR)

 TOP
©2020 PT Jawa Pos Group Multimedia