Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Gresik

Formagram Serukan Hentikan People Power

17 Mei 2019, 18: 37: 26 WIB | editor : Wijayanto

GRESIK DAMAI: Sejumlah tokoh lintas agama saat menyerukan penghentian ajakan people power.

GRESIK DAMAI: Sejumlah tokoh lintas agama saat menyerukan penghentian ajakan people power. (ISTIMEWA)

Share this      

GRESIK - Forum Masyarakat Gresik Pecinta Keberagaman (Formagam)  Kabupaten Gresik menyerukan kepada semua pihak untuk menghentikan ajakan aksi people power. Mereka meminta semua pihak  menghormati proses demokrasi yang sedang berlangsung. Sehingga, akan tercipta kedamaian dan kententraman. 

Ajakan tersebut disuarakan tokoh Forum Masyarakat Gresik Pecinta  Keberagaman (Formagam) Kabupaten Gresik Djoko Pratomo. Ikut mendampingi Djoko Pratomo, Donni Siburian (Protestan), Kusno (Hindu), Kjoe Kian (Budha), Hari Rsty (Kristen), Sofwul Widad (Islam), Made Sri Sedari (Hindu).

Menurut Djoko Pratomo, gerakan people power tersebut dikhawatirkan dapat menimbulkan gangguan terhadap situasi kamtibmas yang saat ini kondusif dan dianggap berpotensi memecah-belah bangsa.

Ditambahkan, yang menyelenggarakan Pemilu 2019 ialah KPU dan yang mengurus pelanggaran administratif Pemilu 2019 adalah Bawaslu. Kemudian ada Sentra Gakkumdu yang terdiri dari Bawaslu, Kepolisian dan Kejaksaan.  Sehingga, semua proses harus berdasarkan Undang-Undang. Dirinya juga mengimbau kepada seluruh masyarakat Gresik supaya tidak terpengaruh atas ajakan people power tersebut. 

"Mari kita imbau agar warga masyarakat Gresik tidak ada yang mengikuti people power, apabila merasa tidak puas atau mendapati kejanggalan atas proses pemilu serentak tahun 2019, biarkan untuk menempuh jalur hukum. Jangan kotori bulan suci ramadhan dengan kegiatan yang dapat memecah belah persatuan bangsa" jelasnya. (yud/ris)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia