Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya
Keterangan Berbeda, Polisi Lakukan BAP Lanjutan

Orang Kedua Ternyata Kakak Tersangka Pembunuhan di Tanah Merah

17 Mei 2019, 16: 46: 45 WIB | editor : Wijayanto

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto (ISTIMEWA)

Share this      

SURABAYA - Fakta baru didapat terkait orang kedua yang diduga diajak tersangka pembunuhan, Choirul Anwar, 32, saat membunuh Seeprayitno, 53, warga Sidotopo yang ditemukan tewas dibacok dua pelaku di Jalan Tanah Merah II, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran.

Orang kedua itu tak lain adalah MS, 39, yang tak lain adalah kakak kandung tersangka Choirul Anwar. Malam saat kejadian, MS lah yang membonceng Choirul Anwar mencari korban dan akhirnya mengeksekusinya di Jalan Tanah Merah II, Kenjeran.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, keterangan MS ini sangat dibutuhkan untuk mengetahui langsung kejadian malam itu. Apalagi saat ini, tersangka Choirul masih bungkam dan hanya memberikan kesaksian seadanya dalam pemeriksaan yang sudah dilakukan.

“Ada beberapa fakta baru, salah satunya terkait status MS ini. Tersangka (Choirul Anwar, Red) mengaku jika itu temannya dan kenal di warung kopi. Ternyata MS adalah kakak kandungnya sendiri,” tutur Antonius.

Tidak hanya itu, dari keterangan Choirul yang menyebut dia bertemu MS di warung kopi dan kemudian berboncengan motor mencari korban Soeprayitno ternyata berbeda dengan keterangan MS. MS justru menyatakan mereka berangkat dari rumah dan memang diajak adiknya mencari korban. “Jadi mereka berangkat dari rumah, bukan dari warung kopi,” jelasnya.

Selain itu, keterangan tersangka yang sempat mengaku mengajak temannya dengan alasan menagih utang ternyata berbeda dengan yang disebutkan MS. MS mengaku diajak sang adik untuk menemui temannya tanpa tahu apa yang akan diperbuat. “Jadi ada kesan tersangka menutup-nutupi kasus ini,” katanya.

Untuk sementara, MS masih ditetapkan sebagai saksi. Untuk memastikan keterlibatannya dalam kasus tersebut, baru bisa dibuktikan dalam rekonstruksi nanti. Selain itu, pihaknya juga akan meminta keterangan saksi apakah benar dia yang malam itu bersama tersangka Choirul Anam. Ini untuk penyelidikan lebih lanjut terkait dengan keterangan keduanya yang tidak sinkron.

“Masih ada penyidikan lanjutan karena keterangan keduanya berbeda. Kami masih pastikan dulu apakah MS benar yang menemani tersangka atau bukan,” tuturnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia