Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Sidoarjo

Pekerja Perahu Tambang Ditangkap Edarkan Sabu

17 Mei 2019, 07: 27: 02 WIB | editor : Wijayanto

KENA BATUNYA: Tersangka Totok Martha Ilhamsyah.

KENA BATUNYA: Tersangka Totok Martha Ilhamsyah. (ISTIMEWA)

Share this      

SIDOARJO - Totok Martha Ilhamsyah, 30, warga Desa Warugunung RT 02/RW 02, Karangpilang, Surabaya harus menikmati Lebaran dari balik jeruji penjara. Pekerja perahu penambangan itu diringkus polisi lantaran terbukti menjadi pengecer sabu-sabu (SS). Dua poket SS dengan berat 0,60 gram dan 0,63 gram berhasil disita dari tangan tersangka.

Kasat Resnarkoba Polresta Sidoarjo Kompol Sugeng Purwanto mengatakan, pria yang kos di Dusun Jenek Wetan RT 15/RW 3, Desa Krembangan, Kecamatan Taman itu diringkus pada Jumat (10/5) lalu. Mulanya, polisi mendapat informasi jika tersangka ini kerap mengecerkan SS di wilayahnya.

Berbekal informasi itu, polisi langsung melakukan pemantauan di sekitar lokasi rumah kos tersangka. Saat dipastikan tersangka ada di rumah kosnya, polisi langsung melakukan penggerebekan.

Upaya itu membuahkan hasil, tersangka ditangkap tanpa ada perlawanan. Selain itu, polisi berhasil menemukan dua poket SS seberat 0,60 dan 0,63 gram di kamar kos tersangka. "Sabunya disimpan di lantai kamar kos," sebut Sugeng, Kamis (16/5)

Berbekal barang bukti itu, tersangka langsung digelandang ke Mapolresta Sidoarjo untuk penyelidikan lebih lanjut. Di hadapan penyidik, pria yang masih bujang itu mengaku jika biasa mendapatkan barang haram itu dengan cara ranjau di daerah Perumahan Kahuripan Nirwana Village (KNV). 

Sebelumnya, tersangka baru saja mengambil 3 gram SS di lokasi tersebut. Barang itu diterima dari seorang yang bernama Gajah (DPO). Dia juga sudah menyerahkan 2 gram SS yang baru diambilnya itu kepada seorang yang bernama Loay (DPO) juga untuk diecer. Sementara sisa 1 gram SS yang dimiliki dipecah ke dalam dua poket.

Kini tersangka tengah mendekam di ruang tahanan Mapolresta Sidoarjo untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Sementara itu, polisi tengah memburu para pelaku lain yang terlibat dalam jaringan tersebut. (son/nis/rud)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia