Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Iso Ae

Awalnya Cuma Ngintip Anak Kos Mandi, Belakangan Nekat Mencuri CD-nya

17 Mei 2019, 01: 10: 59 WIB | editor : Wijayanto

Ilustrasi Iso Ae

Ilustrasi Iso Ae (GRAFIS: FAJAR KRISNA)

Share this      

Model bapak kos seperti Donwori, 52, ini yang bikin takut anak kosnya. Selain mata keranjang, Donwori juga menyandang gelar BTN, alias Bocah Tua Nakal. Yang suka nyolong celana dalam perempuan anak kos.

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya

Kelakuan aneh Donwori ini dibeberkan sendiri oleh Karin, 42, istrinya. Yang saking kesalnya melihat kelakuan suami yang tak kunjung tobat, ia akhirnya menyerahkan pernikahan yang sudah berjalan puluhan tahun ke pengadilan. "Tambah kakean polah ae, gak iling umur," jelas Karin kesal saat berada di ruang tunggu Pengadilan Agama (PA) Klas 1 Surabaya, kemarin siang.

Meski puasa, Karin menghalau malas dan rela jauh-jauh datang dari rumahnya di Kedungdoro. Semua ia lakukan agar urusan cerai yang sudah mendekati tahap final ini segera goal.

Karin menjelaskan, ia kadung malu menjadi istri Donwori. Menurutnya, Donwori beberapa bulan terakhir menunjukkan tingkah laku yang makin aneh. Setelah sempat beberapa kali ketahuan mengintip anak kosnya mandi, belakangan Donwori juga gemar mengambili celana dalam bekas pakai anak kosnya.

Donwori memang membuka kos-kosan khusus perempuan di rumahnya. Yang ia letakkan di lantai dua rumahnya. Namun, kos Donwori ini minimalis. Kamar mandi pun hanya satu, dan itupun berada di lantai satu, berada tepat di samping kamar mandi keluarga Donwori.

Keberadaan kamar mandi yang dempet inilah yang ia manfaatkan untuk mengintip. Ia membuat lubang kecil di antara temboknya demi dapat melihat aktifitas mandi anak kosnya. Sungguh kreatif dan mesum. "Wes tak ilikne, Mbak, ya bolak-balik. Tapi pancet ae, angel kandanane," lanjut Karin kesal.

Karin mengaku tak kurang-kurang  memarahi Donwori. Ia bahkan mewanti-wanti, jangan sampai perbuatannya ini membuat masalah nantinya. Apalagi di zaman di mana orang disenggol dikit saja sudah marah. Dihina sedikit sudah menuntut. Karin sadar itu, ia takut kosannya viral karena hal buruk. Namun balik lagi, nasihat Karin hanya lewat saja. Lewat kuping kanan keluar kuping kiri, tak digubris.

Perihal curi-mencuri celana dalam, hal ini masih baru bagi Karin. Ketahuannya juga masih belakangan saja. Suatu ketika ia memergoki Donwori menciumi (maaf) celana dalam, di dalam kamar yang ia biarkan gelap. Curiga melihat bentukan celana dalam itu yang ia yakin bukan miliknya, Karin akhirnya menanyai suaminya itu.

Pada saat menangkap basah itu, Karin tak langsung minta cerai. Karena pada saat itu Donwori sempat meminta maaf dan berjanji untuk bertaubat. Namun  agaknya, taubatnya Donwori hanya taubat abal-abal. Beberapa hari setelah bertengkar hebat gara-gara celana dalam, Donwori kumat lagi. Masalahnya, kali ini anak kosnya sendiri yang lapor ke Karin. "Sampek diwaduli lak yo isin aku. Yoopo lek disebar-sebarno nak kancane, iso gak payu iki kos-kosan," tambah Karin kesal.

Terlanjur malu dan kecewa dengan suaminya, Karin angkat tangan. Ia pun pilih meninggalkan Donwori. Tinggal dengan anak-anaknya yang sudah mapan. "Cek lek isin ben dipek dewe, aku wes emoh melu-melu, ketut elekke engkuk," tukasnya. (*'/opi)

(sb/is/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia