Rabu, 23 Oct 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

Perluas Pasar Bright Gas, Pertamina Sasar Pelaku UMKM

16 Mei 2019, 13: 49: 52 WIB | editor : Wijayanto

UMKM yang memanfaatkan bright gas dari Pertamina.

UMKM yang memanfaatkan bright gas dari Pertamina. (DOK/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Pertamina Marketing Operation Region (MOR) V terus mendorong penjualan LPG non-subsidinya. Salah satunya dengan menggelar acara berbuka dengan Usaha Kecil Mikro (UKM) dan komunitas yang dilakukan serentak di dua wilayah, yakni Surabaya dan Mojokerto. Uniknya, dalam kesempatan buka bersama tersebut, makanan yang disajikan untuk hidangan merupakan hidangan yang disajikan dari UKM yang sudah menggunakan produk Bright Gas (BG) dari Pertamina, sehingga diharapkan UKM-UKM di masing-masing wilayah tersebut lebih mengenal produk BG kedepannya.

Manager Domestic Gas MOR V Hardjono mengatakan, di Surabaya sendiri, sampai saat ini pihaknya telah bekerja sama dengan beberapa UKM yang tergabung ke dalam persatuan hotel, restoran, dan kafe (horeka), foodcourt, dan komunitas profesional chef Indonesia. "Sebenarnya hal utama yang ingin dikedepankan adalah silaturahmi, karena mereka sudah banyak membantu kegiatan promosi-promosi kami," terangnya di Surabaya, Rabu (15/5).

Hal ini dapat dilihat dari dukungan mereka dalam menggunakan BG untuk memenuhi kebutuhannya sehari-harinya. Sedangkan hingga 2018 kemarin, Hardjono berhasil mencatatkan peningkatan penjualan BG di Jawa Timur. Untuk BG jenis tabung 50 kilogram mengalami peningkatannya hingga 5 persen, sementara untuk BG jenis tabung 12 kilogram meningkat hampir 20 persen. "Nah untuk yang ukuran 5,5 kilogram ini bisa hampir 50 persen peningkatannya untuk 2018," tuturnya.

Sementara untuk tahun ini, Hardjono mengaku, pihaknya belum melihat adanya peningkatan yang signifikan karena masih berada di semester satu.

Namun demikian, dengan adanya momen Ramadan ini dinilai berhasil meningkatkan penjualan hingga 5-6 persen untuk barang non PSO (public service obligation) dan 7 persen untuk barang PSO. Menurut Hardjono, angkat tersebut masih akan terus ditingkatkan mengingat segmen horeka dan foodcourt masih potensial untuk terus digarap. Hingga saat ini, pihaknya telah bekerja sama dengan dua foodcourt di Surabaya. "Sementara target hingga akhir tahun nanyi akan menambah kerja sama lagi dengan tiga foodcourt," jelasnya.

Ke depan, Hardjono berharap bahwa acara ini dapat membentuk hubungan yang baik antara perusahaan dengan para pelaku UKM dan juga komunitas. Kegiatan ini juga merupakan bagian dari program Pertamina Siaga, yakni berbagi kepada masyarakat serta konsumen Pertamina. Selain itu, dalam kesempatan yang sama Pertamina juga mengedukasi masyarakat dengan menyampaikan cara aman menggunakan tabung LPG dalam kehidupan sehari-hari.

"Semoga masyarakat meningkat pengetahuannya mengenai keamanan dalam penggunaan LPG, mengingat bulan puasa banyak aktivitas memasak yang dilakukan dini hari ketika sahur, semoga acara ini dapat bermanfaat untuk semua pihak, baik dari perusahaan, pengusaha UKM, maupun masyarakat sekitar area operasi Pertamina," pungkasnya. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia