Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Surabaya

BPS: Nonmigas Lesu, Ekspor Jatim Turun 13 Persen

16 Mei 2019, 13: 47: 48 WIB | editor : Wijayanto

LESU: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Menurunnya ekspor komoditi nonmigas berdampak pada  penurunan ekspor Jatim bulan April.

LESU: Aktivitas bongkar muat di Pelabuhan Tanjung Perak. Menurunnya ekspor komoditi nonmigas berdampak pada penurunan ekspor Jatim bulan April. (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Badan Pusat Statistik Jawa Timur (BPS Jatim) mencatatkan nilai ekspor Jatim April 2019 mencapai USD 1,57 miliar. Nilai tersebut turun sebesar 13 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Kepala BPS Jatim Teguh Pramono menuturkan, penurunan nilai ekspor April 2019 tersebut lebih disebabkan oleh kinerja ekspor sektor nonmigas yang turun lebih besar. Adapun ekspor nonmigas April 2019 mencapai USD 1,48 miliar atau turun 14,72 persen dibandingkan Maret.

Sedangkan ekspor migas mencapai USD 95,13 juta atau naik sebesar 26,71 persen dibandingkan Maret. "Secara kumulatif, selama Januari-April 2019, ekspor yang keluar Jatim sebesar USD 6,59 miliar atau turun 1,79 persen dibandingkan Januari-April 2018, sebesar USD 6,71 miliar," terangnya.

Jika dikelompokkan berdasarkan golongan barang (HS) 2 digit, maka di bulan April 2019, golongan perhiasan/permata (HS 71) menjadi komoditas ekspor nonmigas utama Jatim dengan nilai transaksi sebesar USD 136,16 juta. Nilai tersebut turun sebesar 56,82 persen jika dibandingkan dengan transaksi bulan sebelumnya yang mencapai USD 315,30 juta. "Sehingga perhiasan/permata berkontribusi sebesar 9,22 persen pada total ekspor nonmigas Jatim bulan ini," ujarnya.

Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Jepang dengan nilai USD 59,31 juta. Teguh menuturkan, diperingkat kedua yang terbanyak diekspor Jatim adalah golongan kayu dan barang dari kayu (HS 44) yang menyumbang nilai ekspor sebesar USD 102,70 juta. Nilai tersebut juga turun sebesar 8,76 persen dibanding bulan sebelumnya. "Golongan barang ini menyumbang 6,96 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Jepang dengan nilai USD 24,33 juta," tuturnya.

Sementara, golongan barang yang menduduki peringkat ketiga adalah golongan tembaga (HS 74) dengan nilai ekspor sebesar USD 99,42 juta atau turun sebesar 15,34 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 6,73 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Malaysia sebesar USD 40,72 juta.

Namun demikian, peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar bulan April 2019 dibanding Maret terjadi pada golongan komoditas lokomotif dan peralatan kereta api (HS 86) dengan nilai impor USD 9,62 juta dari bulan sebelumnya USD 0,95 juta atau naik USD 8,67 juta. (cin/nur)

(sb/cin/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia