Jumat, 15 Nov 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Ramadan Bangkitkan Semangat Nasionalisme

16 Mei 2019, 11: 00: 45 WIB | editor : Wijayanto

KH Marzuki Mustamar

KH Marzuki Mustamar (NET)

Share this      

BANGSA Indonesia akan menapaki usia 76 tahun sejak proklamasi kemerdekaan pada tanggal 9 Ramadan 1364 Hijriah. Tanggal 9 Ramadan 1364 H ini bertepatan dengan 17 Agustus 1945 dipilih oleh para pendiri bangsa tentunya dengan banyak pertimbangan.

Setidaknya, para Bapak Bangsa berharap Indonesia dibangun dengan semangat keberkahan bulan suci Ramadan, sekaligus mengukuhkan bahwa para kiai ikut jadi penentu bagi kemerdekaan Indonesia.

Hadratussyaikh KH Muhammad Hasyim As'yari mengatakan bahwa nasionalisme dan agama bukanlah dua hal yang bertentangan. Nasionalisme adalah bagian dari agama dan dan keduanya saling menguatkan.

Bung Karno suatu ketika juga mengatakan bahwa nasionalisme yang sejati bukan tiruan dari nasionalisme Barat. Nasionalisme Indonesia adalah nasionalisme yang timbul dari rasa cinta akan manusia dan kemanusiaan.

Memasuki usia 76 tahun kemerdekaan Indonesia, PWNU Jatim menyampaikan imbauan dan pesan kebangsaan sebagai berikut. Pertama, menyelenggarakan tasyakuran kemerdekaan dan doa bersama di lingkungan masing-masing dalam rangka mengenang para kiai, pejuang, dan para syuhada salihin perintis kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Kedua, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk mensyukuri anugerah kemerdekaan di bulan Ramadan ini dengan bersatu membangun negeri dan bersama memerangi hoaks, ujaran kebencian dan fitnah yang mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, menyerukan kepada para pengurus NU di segala tingkatan dan warga NU di Jawa Timur untuk proaktif membantu pemulihan suasana sosial masyarakat pasca Pemilu 2019 yang aman dan damai demi menjaga ukhuwah wathaniyah dan keutuhan NKRI tercinta.

Keempat, mengimbau umat Islam di Indonesia untuk menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk meningkatkan keimanan dan memperkokoh tali persaudaraan dan persatuan antar komponen masyarakat.

Ukhuwah adalah modal utama kita di dalam membangun suatu tatanan masyarakat yang aman, damai, adil, dan makmur. Jaga ukhuwah wathaniyah (persaudaraan setanah air) dan ukhuwah basyariyah (persaudaraan sesama manusia), agar Indonesia terbebas dari ancaman perpecahan.

Kelima, menyerukan secara khusus kepada warga NU di bulan Ramadan ini untuk melakukan gerak batin, memohon pertolongan dan perlindungan pada Allah SWT. Agar negara tercinta Indonesia senantiasa tercipta suasana aman dan damai, saling menghormati perbedaan dan junjung tinggi persatuan dan persaudaraan sebangsa dan setanah air.

Memperingati, mensyukuri, dan mengisi kemerdekaan itu hukumnya wajib. Mengapa? Kita sadar bahwa kita bersujud di Indonesia, dilahirkan di Indonesia, mencari nafkah di Indonesia, semua yang kita lakukan berada di Indonesia. Dan sampai saat ini Indonesia yang kondusif inilah tempat kita untuk mendekat kepada Allah SWT. (gun/rek)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia