Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Asyik di Kamar, Sepasang Kekasih Ini Digerebek Lagi Bungkusi SS

16 Mei 2019, 10: 54: 48 WIB | editor : Wijayanto

JARINGAN LAPAS: Tersangka Nurul Huda dan Diana Sari dengan barang bukti sabu yang sudah dikemas dalam poket plastik.

JARINGAN LAPAS: Tersangka Nurul Huda dan Diana Sari dengan barang bukti sabu yang sudah dikemas dalam poket plastik. (YUAN ABADI/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Asyik berduaan di dalam kamar, Nurul Huda, 32, dan Diana Sari, 20, digerebek polisi. Pasangan kekasih yang tinggal di Jalan Tambak Asri Gang Kembang Sepatu Nomor 40 itu digerebek lantaran terlibat peredaran sabu-sabu (SS). Belakangan diketahui SS yang mereka edarkan dipasok dari seorang narapidana di salah satu lapas di Jatim.

Huda dan Diana tertangkap basah saat sedang mengemas sabu-sabu (SS) di dalam rumah yang dikontrak Huda itu. Keduanya pun tak bisa mengelak dan hanya pasrah saat polisi memborgol tangannya.

Selain tersangka, polisi juga mengamankan barang bukti berupa 40 poket SS seberat  20,85 gram. "Kami amankan juga barang bukti lain, yakni 8 plastik klip kosong, 7 unit handphone (HP), 1 timbangan elektrik serta alat isap SS," ungkap Kasatresnarkoba Polrestabes Surabaya Kompol Memo Ardian, Rabu (15/5)

Ardian menguraikan, penangkapan itu dilakukan setelah ada informasi dari masyarakat. Polisi mendapat laporan bahwa ada peredaran SS di daerah Tambak Asri. Setelah diselidiki, ternyata informasi itu mengarah ke Huda dan Diana. “Selain pengedar, mereka juga pemakai. Hasil tes urine keduanya positif,” terangnya.

Kepada polisi, tersangka mengaku sudah tiga kali mengedarkan SS. Huda mengaku kenal dengan seseorang berinisial M. Dialah yang selama ini memasok SS itu untuk diedarkan kembali.

Biasanya, Huda membeli narkotika golongan satu tersebut dengan harga Rp 1 juta per gram. Barang yang sudah dipesan dipecah lagi menjadi paket hemat. “Saat pengemasan, Huda dibantu dengan Diana,” kata Ardian.

Alumnus Akademi Kepolisian (Akpol) 2002 itu memastikan nama M sudah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO). Dari hasil penyelidikan, M masih terlibat dalam jaringan pengedar narkoba yang berada di dalam lapas (lembaga pemasyarakatan).

Hanya saja, Memo masih enggan menyebut lapas yang ditinggali oleh M. "Kami masih terus melakukan penyelidikan," pungkasnya. (yua/rek)

(sb/yua/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia