Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Features Surabaya
Eco Courier, IJO Bike Messenger

Tidak Ingin Tambah Polusi, Layani Pelanggan dengan Sepeda Fixie

16 Mei 2019, 09: 40: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

ECO COURIER: Ramah lingkungan dan tidak ingin tambah polusi, Arlis Pujianto menyapa pelanggan dengan sepeda fixie-nya.

ECO COURIER: Ramah lingkungan dan tidak ingin tambah polusi, Arlis Pujianto menyapa pelanggan dengan sepeda fixie-nya. (ISMAUL CHOIRIYAH/RADAR SURABAYA)

Share this      

Jasa antar barang saat ini memang tengah marak. Hanya saja umumnya dilakukan dengan mobil ataupun motor. Namun lain dengan jasa layanan antar IJO Bike Messenger milik Arlis Pujianto  ini. Arlis lebih memilih sepeda angin  sebagai alat transportasinya untuk mengantar barang ke pelanggan. 

Ismaul Choiriyah-Wartawan Radar Surabaya 

Dengan sepeda fixie,  Arlis Pujianto  menerjang panasnya udara kota Surabaya. Ia berpindah ke satu tempat ke tempat lain demi mengantarkan barang pesanan. Dari Mulyorejo ke Wiyung, atau dari Mulyorejo Ke Kebraon pun ia layani asal pelanggan puas. 

Menjadi eco courier, Arlis memiliki starter pack wajib saat menjalankan tugasnya. Yakni kaos santai lengkap dengan kemeja panjang yang tak dikancingkan. Tas ransel tempat membawa barang, helm pengaman, sepatu sport dan botol air minum untuk menghalau dahaga selama bertugas. Atribut itu, harus selalu ada  dan lengkap kemanapun ia pergi. 

Arlis menjelaskan, ia baru membuka jasa delivery ini beberapa bulan saja. Usahanya ini berawal ketika ia ditawari oleh seorang teman yang membuka bisnis toko online berkonsep go green atau ramah lingkungan. Karena sebelumnya, Arlis sudah menjalankan hidup go green dengan bersepeda ke mana pun ia pergi, akhirnya, ia juga menerima tawaran tersebut. 

Kepedulian terhadap lingkungan lah yang membuat Arlis menjalankan usaha ini. Pekerjaan ini hanyalah ia gunakan sebagai hobi. Yang lebih penting, ia ingin membawa semangat lebih cinta terhadap lingkungan kepada masyarakat. Kesadaran itu, ia bangun dari hal terkecil, dari dirinya sendiri. ”Kendaraan bermotor pasti memiliki emisi gas yang dampaknya buruk, iya kalau satu orang, kalau di Surabaya ini semuanya pakai kendaraan bermotor, berapa polusi yang kita hasilkan selama satu hari,” tukasnya.

Hingga kini, arlis telah bekerjasama dengan dua toko yang berkonsep go green,  “ Dari ditawari itu, kemudian aku membantu mengantarkan pesanannya di area Surabaya saja,” terangnya.  

 Berawal dari pelayanan sistem partnership, kini Arlis juga melayani pelanggan umum yang ingin menggunakan jasanya di area Surabaya. Dengan biaya antar Rp 10 ribu per tiga kilometer. 

Menjadi eco courier tentu saja tidak mudah. Apalagi di kota Surabaya yang berhawa panas dan cenderung kurang ramah pesepeda. Arlis bererita,  kerap mengalami pengalaman kurang menyenangkan selama bertugas. Mulai dari jalan yang tak semuanya mulus untuk pesepeda ataupun mendapatkan masalah  dari pengendara kendaraan bermotor lain. “Masih banyak yang ugal-ugalan meski gak semua. Zig-zag, main potong, kenceng trus rem dadak. Ya khawatir sih. Ya harapan sih diperbanyak lajur untuk sepeda di surabaya, sama parkir sepeda di tempat umum atau bila perlu pemkot memberlakukan aturan wajib ada parkir sepeda di tempat umum,” Curhatnya. 

Tantangan lain juga datang dari pelanggan. menjadi pengantar barang dengan sepeda, ia kerap dikasihani oleh pelanggan. Contohnya selama Ramadan ini. Ia kerap mendapatkan takjil, baik dari pelanggan yang kasihan ataupun dari pembagi takjil yang marak di jalan selama ramadan. “Mereka mungkin kasihan lihat saya sepedahan jauh, akhirnya diberi takjil. Ya lucu sih,  sebenarnya saya kan  enjoy dengan ini,” pungkasnya.(*/rak)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia