Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Ungkap Kecurangan Pemilu, Ratu Adil Demo Bawaslu

16 Mei 2019, 09: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

GERUDUK BAWASLU: Ratusan massa yang tergabung dalam Rakyat Bersatu untuk Pemilu Jujur dan Adil (Ratu Adil), menggelar aksi unjuk rasa di kantor BAwasl

GERUDUK BAWASLU: Ratusan massa yang tergabung dalam Rakyat Bersatu untuk Pemilu Jujur dan Adil (Ratu Adil), menggelar aksi unjuk rasa di kantor BAwaslu Jatim terkait Pemilu 2019, Rabu (15/5). (ANDY SATRIA/RADAR SURABAYA)

Share this      

Tanggulangin - Massa yang tergabung dalam Rakyat Bersatu untuk Pemilu Jujur dan Adil (Ratu Adil) menggelar aksi demo di depan gedung Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim di Jalan Tanggulangin No.3, Surabaya, Rabu (15/5). Mereka menuntut sembilan poin yang disebut sebagai sembilan amanat penderitaan rakyat.

Mereka juga membawa poster dengan beragam tulisan. Seperti misalnya kartu merah untuk KPU, kalian baik kami baik, kalian jujur kami bersyukur, kalian curang kami perang, jangan sia-siakan nyawa para petugas penyelenggara pemilu.

“Alhamdulillah respon Bawaslu sangat baik sekali, kami diberikan kesempatan untuk melapor jika menemukan kecurangan. Kami akan selalu di belakang Bawaslu, karena lembaga ini yang paling jujur dalam pemilu kali ini,” kata Korlap Aksi Mochammad Shaufie usai audensi dengan Bawaslu.

Shaufie mengatakan dalam pertemuan itu pihaknya tidak memberikan bukti apa pun ke Bawaslu Jatim terkait kecurangan. Namun ia mengaku akan kembali datang ke Bawaslu Jatim untuk memberikan bukti kecurangan tersebut. “Kami memiliki kecurangan yang cukup banyak yang terjadi di Jatim, bukti itu akan kami berikan ke Bawaslu,” jelasnya.

Menurutnya kecurangan yang terjadi terdapat di setiap kecamatan yang ada di Jatim. Untuk itu ia  meminta Bawaslu Jatim untuk menindak tegas oknum yang melakukan kecurangan. “Selain itu kami juga menyampaikan sembilan tuntutan yang sudah kami berikan kepada Bawaslu Jatim,” tuturnya.

Sembilan tuntutan yang tertulis itu antara lain hentikan Sistem Informasi Penghitungan Suara (Situng) KPU yang menyebarkan hoaks, audit Investigasi terhadap KPU terkait pelaksanaan pemilu yang amburadul, audit anggaran Pemilu KPK yang gunakan uang rakyat sebesar Rp 24,8 triliun. Audit forensik Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilu yang penuh dengan penggelembungan dan angka angka yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.

Selain itu bentuk tim pencari fakta (TPF) kematian petugas Pemilu dan Kibarkan bendera setengah tiang Indonesia berduka, Bentuk Pansus Kecurangan Pemilu, hentikan kriminalisasi ulama dan tokoh masyarakat hak berpendapat dan bukan kesalahan. Usut keterlibatan aparatur sipil negara (ASN), BUMN, alat penegak hukum yang berpolitik dan Diskualifikasi capres yang mempergunakan fasilitas negara dan menguntungkan dirinya.

Shaufie mengatakan massa tidak mengatasnamakan salah satu paslon tertentu. Ia menikai jika ada paslon yang berbuat curang maka harus di diskualifikasi. “Jika memang pasangan nomor urut 01 yang curang akan didiskualifikasi sebalikan jika pasangan 02 yang curang juga didiskualifikasi,” katanya.

Sementara itu anggota Bawaslu Jatim Purnomo Satriyo Pringgodigdo mengatakan pihaknya sangat mengapresiasi atas aksi sekelompok masyarakat ini. Menurutnya Bawaslu membuka pintu selebar-lebarnya bagi masyarakat yang ingin melaporkan temuan kecurangan. “Nanti pasti akan kita tindak lanjuti temuan tersebut,” ujarnya singkat. (mus/rak)

(sb/jpg/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia