Senin, 16 Sep 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Inilah Motif Tersangka Habisi Korban di Tanah Merah

15 Mei 2019, 16: 56: 48 WIB | editor : Wijayanto

DIAMANKAN: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka KS kasus pembunuhan yang menyerahkan diri dan diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (14/5).

DIAMANKAN: Petugas menunjukkan barang bukti dan tersangka KS kasus pembunuhan yang menyerahkan diri dan diamankan di Mapolres Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya, Selasa (14/5). (SURYANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA – Identitas tersangka pembunuhan Soeprayitno, 53, warga Jalan Sidotopo Wetan, Kenjeran akhirnya terkuak. Diketahui tersangka bernama Choirul Anwar, 32, warga Jalan Bulaksari V, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir.

Polisi juga mengamankan sebuah pisau penghabisan yang digunakan untuk membunuh korban. Termasuk menyita sebuah jaket, topi, celana yang sama persis seperti yang terekam di Closed Circuit Television (CCTV) rusunawa Randu.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, dari pemeriksaan terhadap tersangka belum bisa diketahui pasti penyebabnya membunuh korban. Tersangka hanya mengaku sakit hati dan dendam terhadap korban.

“Hanya itu yang disampaikan, penyebabnya apa (tersangka,Red) belum mengaku,” jelasnya.

Ia menambahkan, untuk motif sebenarnya tidak masalah jika memang belum ditemukan. Selama polisi sudah memastikan yang bersangkutan sebagai tersangka diperkuat dengan bukti serta kesaksian, maka bisa terus diproses. Untuk motif pembunuhan bisa dikorek nantinya.

“Proses tetap jalan, motif bisa dicari nanti sembari berjalan,” tambahnya.

AKBP Antonius mengatakan, saat kejadian tersebut tersangka mengaku memang sedang mencari korban untuk melampiaskan dendamnya tersebut. Sebelum kejadian, ia bertemu dengan tersangka kedua yang masih dalam pengejaran polisi.

Saat itu, tersangka Choirul mengajak temannya tersebut untuk memboncengnya. “Tersangka mengajaknya untuk menagih utang sehingga ia mau ikut. Katanya, itu hanya untuk membohongi tersangka kedua tersebut. Namun, masih kami selidiki lagi,” ujarnya.

Setelah mengiyakan, tersangka bersama temannya ini mengendarai sepeda motor nomor polisi L 2581 SU. Tersangka Choirul dibonceng dan mereka menuju ke rusunawa Randu saat itu, namun tidak menemukan korban.

Ketika melakukan pencarian tersebut diduga tersangka sudah membawa pisau penghabisan. Hingga akhirnya ketemu di Jalan Tanah Merah II. Kemudian menyabetkan pisau ke arah tangan kanan korban.

Usai disabet, korban sempat lari dan akhirnya tergeletak di bale-bale hingga akhirnya meninggal dunia karena kehabisan darah. Setelah tahu korban terkapar, tersangka ini langsung lari meninggalkan lokasi. Ia sempat membuang pisau yang digunakan untuk menghabisi korban. Namun, kemudian diambil lagi. Hingga akhirnya berhasil disita bersama dengan baju yang digunakan tersangka malam itu.

“Semua barang bukti akan kami serahkan ke forensik. Dari celana tersangka juga ditemukan bercak darah, namun belum tahu darah korban atau bukan ini yang akan kami periksa,” ungkapnya.

Ia mengatakan, setelah membunuh tersebut tersangka tidak kemana-mana. Ia hanya berada di rumahnya berdiam diri di sana hingga akhirnya pad Minggu (12/5) lalu tersangka mengakui perbuatannya dam menyerahkan diri. “Kami hargai dan kami apresiasi karena tersangka menyerahkan diri ini,” pungkasnya. (gun/rud)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia