Selasa, 25 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Rusak Diterjang Banjir, Dinas Pertanian Ganti Bibit Padi

14 Mei 2019, 23: 50: 37 WIB | editor : Wijayanto

RUSAK PARAH: Tanaman padi yang usianya masih muda rusak parah diterjang banjir beberapa waktu lalu.

RUSAK PARAH: Tanaman padi yang usianya masih muda rusak parah diterjang banjir beberapa waktu lalu. (FAHTIA AINUR ROFIQ/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Gresik akhirnya merespon keluhan yang disampaikan para petani korban banjir. Dispertan bakal mengajukan pergantian bibit bagi tanaman padi petani yang mengalami puso akibat diterjang banjir. Sekarang, petugas masih melakukan pendataan di desa-desa.

Dari data yang dimiliki Dispertan, jumlah lahan persawahan yang diterjang banjir mencapai 2. 283 hektar. Sedangkan untuk tanaman padi yang diprediksi mengalami puso jumlahnya sekitar 310,5 hektar. 

Kepala Dispertan Kabupaten Gresik Eko Anandito mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dispertan Provinsi Jatim. Dan hasilnya memang tanaman padi petani yang mengalami puso akibat banjir akan mendapatkan ganti bibit.

“Iya memang kami akan mengajukan pergantian bibit kepada Dispertan Provinisi,” ujarnya melalui Kasi Perlindungan Tanaman Nur Syamsi.

Menurut dia, dari 283 hektar areal persawahan yang terkena banjir hanya 310,5 hektar yang mengalami puso. Dari jumlah ini pihaknya juga masih melakukan pendataan apakah sudah masuk asuransi atau belum.

“Bantuan ganti bibit ini nanti akan diberikan kepada petani yang belum masuk asuransi. Tetapi bagi petani yang sudah masuk asuransi nanti akan diganti oleh pihak asuransi,” ungkap dia.

Ditambahkan, jika proses pendataan berjalan lancar kemungkinan minggu depan pengajuan sudah dikirim ke provinsi. Paling lambat dua minggu bibit sudah bisa dikirimkan kepada para petani. “Kami usahakan secepatnya bisa segera diganti,” imbuhnya. 

Sebelumnya, banjir yang melanda Gresik selatan tidak hanya memakan korban jiwa dan kerugian materiil, namun juga merusak ratusan hektar tanaman di wilayah terdampak. Para petani di Kecamatan Menganti, Benjeng, Balongpanggang dan Cerme berharap ada solusi dari pemerintah untuk memberi bantuan di sektor pertanian.

Salah satunya, petani di Dusun Glintung, Desa Kepatihan, Kecamatan Menganti rusak parah akibat diterjang banjir. Akibatnya petani pun mengalami gagal panen. Mereka berharap adanya bantuan pemerintah untuk membantu petani agar bisa kembali menanam padi.

“Iya, habis terendam air banjir langsung mati tanaman padinya,” ujar Slamet, kemarin.

Menurut dia, rata-rata tanaman padi yang ada di wilayahnya baru berumur sekitar 2 minggu hingga satu bulan. Sehingga, tanaman padi masih terbilang kecil dan tidak mampu menahan air banjir yang cukup tinggi. “Masih kecil. Makanya kena banjir kemarin langsung busuk akarnya,” ungkap dia.  (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia