Rabu, 17 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo
Sampai Overload dan Tolak Calon Penghuni

Harga Lebih Murah dari Rumah Kos, Rusunawa di Sidoarjo Banyak Peminat

14 Mei 2019, 20: 38: 13 WIB | editor : Wijayanto

HEMAT: Harga sewa yang terjangkau membuat penyewa meningkat. Salah satunya di Rusunawa Pucang Sidoarjo.

HEMAT: Harga sewa yang terjangkau membuat penyewa meningkat. Salah satunya di Rusunawa Pucang Sidoarjo. (SATRIA NUGRAHA/RADAR SIDOARJO)

Share this      

SIDOARJO - Kehadiran rumah susun sewa sederhana (rusunawa) menjadi salah satu alternatif lokasi hunian saat ini. Sebab selain harga sewanya yang dianggap terjangkau, rusunawa juga dianggap lebih layak sebagai hunian daripada rumah kos.

Sekretaris Dinas Permukiman Sidoarjo Moh Subandi mengatakan, rata-rata harga sewa rusunawa di Sidoarjo berkisar antara Rp 380 ribu hingga Rp 400 setiap bulannya.  "Itu bisa lebih murah daripada harga rumah kos, jadi banyak yang minat," katanya kepada Radar Sidoarjo, Selasa (14/5).

Dia menambahkan, di Sidoarjo sendiri jumlah peminat rusunawa cukup banyak.  Sebab kata Subandi, jumlah hunian dengan konsumen seimbang. 

Bahkan tidak jarang petugas koordinator rusunawa menolak warga yang hendak menyewa. Hal itu lantaran kuota sudah penuh.  "Sering nolak itu, karena memang sudah penuh," terangnya.

Rusunawa sendiri sangat diperlukan untuk memenuhi kebutuhan dasar hunian warga. Selain itu, penyediaan rusunawa juga sebagai hunian untuk mengantisipasi tumah tak layak huni alias kumuh.

Saat ini di Sidoarjo sudah ada lima rusunawa. Kelima rumah susun itu di antaranya berada di Krian, Ngelom, Bulusidokare, Pucang dan Tambaksawah. "Masing-masing rusunawa ada koordinatornya, jadi mereka memastikan segala fasilitasnya tetap terjaga, seperti air," ungkapnya.

Khusus rusunawa yang di Tambaksawah, merupakan hasil kerjasama antara pemerintah dengan Desa Tambaksawah.

Sementara seluruh rusunawa yang ada, merupakan aset milik pemerintah kabupaten. Namun pembangunannya menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). 

Penghuni rusunawa tidak hanya berasal dari warga Sidoarjo. Sebagian juga merupakan warga luar daerah yang bekerja di Sidoarjo. (far/nis)

(sb/jpg/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia