Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Sidoarjo

Inspeksi Jelang Arus Mudik, Dua Bus Ini Tidak Layak Jalan

14 Mei 2019, 18: 05: 39 WIB | editor : Wijayanto

CEK: Petugas gabungan sedang memeriksa bus di terminal Purabaya.

CEK: Petugas gabungan sedang memeriksa bus di terminal Purabaya. (HENDRIK MUCHLISON/RADAR SURABAYA)

Share this      

SIDOARJO - Petugas gabungan Dinas Perhubungan Jawa Timur dan anggota Ditlantas Polda Jatim menggelar inspeksi keselamatan terhadap bus antar kota di Terminal Purabaya, Senin (13/5). Dua armada bus ditilang dalam inspeksi keselamatan menjelang arus mudik Lebaran itu.

Giat inspeksi keselamatan dimulai sekitar pukul 14.15. Selepas apel, petugas gabungan itu langsung menyebar dan melakukan pemeriksaan di sejumlah bus yang sedang mangkal. Satu persatu bus antar kota itu diperiksa secara intensif oleh petugas gabungan.

Pemeriksaan meliputi kelengkapan dan kelayakan kendaraan. Seperti  adanya P3K, alat pemukul kaca, spidometer, rem, lampu, fiber hingga kondisi ban. “Jangan sampai ada ban depan pakai vulkanisir, ini sangat membahayakan,” sebut Kepala Sub Unit Terminal Purabaya Imam Hidayat.

Tidak hanya kelengkapan kselamatan dan kelayakan bus, petugas juga memeriksa kelengkapan administrasi seperti STNK, SIM Sopir, hingga masa berlaku buku kir.

Dari serangkaian giat inspeksi yang telah dilakukan hari itu, petugas menemukan dua armada bus yang terpaksa diberikan tindakan tilang. Keduanya adalah Armada Bus PO Moedah dan Bus  PO Ladju.

Armada bus PO Moedah ditilang karena ada kaca dalam kondisi retak yang masih terpasang dan ban depan sebelah kanan ditemukan dalam kondisi aus. Sementara armada bus PO Ladju ditilang karena kaca depan ada yang retak.

Imam juga menegaskan, kelengkapan keselamatan penumpang harus menjadi perhatian para armada bus. Jika tidak diperhatikan dapat berakibat fatal apabila terjadi kecelakaan di jalan raya. “Kalau tidak lengkap akan kita tilang,” tegasnya.

Sementara itu AKP Ketut Toniarti anggota Subdi Kamsel Ditlantas Polda Jatim juga mengingatkan kepada para sopir bus untuk memperhatikan keselamatan saat di jalan raya. Para sopir diminta untuk mengedepankan etika kesopanan saat berkendara. “yang jelas jalan raya bukan milik sendiri. Jadi jangan kebut-kebutan. Apalagi yang dibawa juga nyawa,” terang Ketut.

Beberapa hari ke depan, pihaknya berkerjasama dengan Dishub Provinsi juga akan menggelar tes urine kepada para sopir bus. Kegiatan itu untuk menunjang keselamatan para sopir dan penumpang khususnya saat arus mudik Lebaran. (son/nis)

(sb/son/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia