Minggu, 16 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Gresik

Tokoh Agama Gresik Sepakat Tolak Gerakan People Power

14 Mei 2019, 11: 07: 49 WIB | editor : Wijayanto

HIMBAUAN: Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq

HIMBAUAN: Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq (YUDHI DWI ANGGORO/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK -  Sejumlah tokoh agama dan masyarakat di Kabupaten Gresik bersepakat menolak seruan adanya gerakan 'people power' berkaitan dengan memanasnya situasi politik pasca pemilu tahun 2019.

Aksi people power tersebut, diklaim sebagai upaya mengecam dugaan kecurangan selama pelaksanaan pemilu 2019.

Menanggapi hal tersebut, sejumlah tokoh agama seperti Ketua MUI Gresik KH. Mansoer Shodiq,  Ketua PC NU Gresik KH. Moh. Chusnan Ali, Ketua LDII Kabupaten Gresik KH. Abdul Muis dan Ketua Forum Keberagaman Kabupaten Gresik Joko Pratomo sepakat menjaga perdamaian dan persatuan umat pasca pilpres 2019 khususnya di wilayah Gresik.

"Kami berharap kepada seluruh pihak pendukung pasangan capres-cawapres untuk bersedia menunggu dan menerima hasil yang diputuskan KPU," ujar Ketua MUI Gresik, KH. Mansoer Shodiq.

Menurut dia, selain menunggu hasil keputusan KPU, dia juga menghimbau agar tidak melakukan gerakan-gerakan yang mengganggu kondusifitas, mengintimidasi atau melakukan aksi-aksi untuk membangun opini yang boleh jadi tidak berdasarkan fakta dan menyesatkan publik. 

"Perbedaan pilihan adalah hal biasa dalam demokrasi. Jika salah satu pihak merasa keberatan terhadap hasil penghitungan, ada mekanisme yang dapat ditempuh. Yakni gugatan melalui Mahkamah Konstitusi (MK)," ujarnya.

Dia menambahkan, demi terjaganya kondusifitas wilayah tetap aman dan kondusif, dirinya menghimbau kepada seluruh masyarakat Gresik untuk tidak ikut dalam gerakan people power. 

"Masyarakat harus bersatu menjaga ukhuwah islamiyah dan ukhuwah wathoniyah usai pemilu. Siapa pun pemimpinnya yang terpilih, kita harus mendukung. Semoga dapat membawa bangsa ini lebih maju " pungkasnya. (yud/jay)

(sb/yud/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia