Senin, 17 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Surabaya

Tekan Angka Kematian Bayi, Pemkot Luncurkan Ambulans Khusus

14 Mei 2019, 08: 00: 59 WIB | editor : Abdul Rozack

Pemkot Luncurkan Ambulans Khusus

Pemkot Luncurkan Ambulans Khusus (ISTIMEWA)

Share this      

GENTENG – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) meluncurkan layanan ambulans bernama Neonatal Emergency Transport System Surabaya (NETSS). Mobil ini memang untuk menekan angka kematian bayi yang ternyata cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Surabaya.

Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat Dinkes Kota Surabaya Yohana Sussie E menjelaskan, ambulans NETSS ini sudah dioperasikan sejak tahun 2017 hingga saat ini. Sejak dioperasikan itu, ambulans yang ada di RSUD Dr Soewandhie itu sudah mampu menekan angka kematian bayi. “Kekurangannya sekitar 0,7 per mil, karena penyebab kematian itu bermacam-macam,” kata Yohana, Senin (13/5).

Menurut Yohana, berdasarkan data yang dimiliki oleh Dinkes, ambulans ini sudah menangani 43 pasien bayi pada tahun 2017. Sedangkan pada tahun 2018, sudah menangani 30 pasien bayi. “Khusus untuk tahun 2019 hingga bulan Mei ini, ambulans ini menangani tujuh pasien bayi. Kami juga sangat bersyukur karena semua yang kami tangani selamat semuanya,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pengadaan mobil ini memang untuk menekan angka kematian bayi yang ternyata cukup tinggi di Indonesia, termasuk di Surabaya. Ambulans NETSS ini merupakan ambulans satu-satunya di Kota Surabaya, bahkan Indonesia sejak tahun 2017 lalu, karena peralatan yang ada di dalamnya sangat lengkap.  

“Idenya mengingat angka kematian bayi baru lahir yang masih cukup tinggi, sehingga ambulans ini kami siapkan untuk bayi baru lahir yang mempunyai masalah dengan pernafasan. Nah ini perlu ada suatu penanganan khusus,” kata Yohana.

Sementara itu, Wakil Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD Dr Soewandhie Rinche Pangalila mengatakan, hingga saat ini Kota Surabaya baru memiliki satu ambulans khusus ini. Sebab, peralatan yang ada di dalam ambulans ini sangat lengkap. Di antaranya inkubator beserta kelengkapan alat dan obat, ventilator beserta kelengkapan alat dan obat, peralatan dan obat untuk resusitasi bayi baru lahir termasuk jackson rees dan T piece resusiator, juga pacu jantung.

“Kami menyiapkan alat yang lengkap di ambulans itu, supaya bayi bisa mendapatkan penanganan yang optimal saat berada di dalam ambulans NETSS. Apa yang diperlukan bisa ditangani sebelum tiba di RS rujukan,” lanjut Rinche. 

Selain kelengkapan alat, Dinkes juga menyiapkan tenaga medis yang handal dan terlatih untuk menangani kedaruratan pada bayi. Bahkan, ia memastikan bahwa ambulans ini dioperasian oleh tim khusus yang sudah terlatih. 

Kehadiran Ambulans Khusus Bayi ini juga disambut baik oleh dokter spesialis anak dari RSUD Dr Soetomo Surabaya, dr Dominicus Husada. Ia menyampaikan, upaya yang dilakukan Dinkes Kota Surabaya sangat baik, mengingat, saat ini target pemerintah Indonesia sedang berupaya menurunkan angka kematian bayi yang masih tinggi. 

Dilihat dari konteks fisik, ambulans pada bayi memang harus dibedakan dengan ambulans orang dewasa. "Jangankan untuk orang dewasa dan bayi, ambulans untuk anak dan bayi saja kebutuhannya berbeda," jelasnya saat dihubungi Radar Surabaya. 

Ia menjelaskan, dari aspek ukuran, peralatan yang digunakan untuk penanganan pertama pada bayi di ambulans berbeda jauh dengan alat penanganan untuk pasien dewasa. Di tambah, bayi juga lebih rentan suhu. Bayi sangat sensitif pada hawa dingin ber-AC yang biasanya terdapat di ambulans umum. Untuk itulah, Ambulans bergaya NICU yang diluncurkan oleh Dinkes Kota Surabaya sudah baik karena telah dilengkapi inkubator di dalamnya. (mus/is/nur)

(sb/is/jek/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia