Kamis, 27 Jun 2019
radarsurabaya
icon featured
Ekonomi Gresik

Harga Bawang Mulai Turun, Daging Naik

13 Mei 2019, 03: 28: 27 WIB | editor : Wijayanto

TURUN: Harga bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya naik kini mulai turun hingga Rp 49 ribu per kilogram.

TURUN: Harga bawang merah dan bawang putih yang sebelumnya naik kini mulai turun hingga Rp 49 ribu per kilogram. (DOK/RADAR GRESIK)

Share this      

GRESIK – Harga bawang putih yang sempat tembus Rp 54 ribu perkilogram, sejak akhir pekan lalu turun bertahap menjadi Rp 49 ribu perkilogram. Sementara kenaikan justru dialami komoditas daging sapi yang sebelumnya Rp 99 ribu perkilogram, kini naik sedikit menjadi Rp 110 ribu per kilogram.

Sanusi, pedagang sayur dan bawang di Pasar Sidomoro menyebutkan, penurunan harga bawang terjadi sejak Jumat pagi. Itu terjadi setelah dia dan beberapa pedagang lainnya mendapat pasokan bawang yang lumayan. Jika biasanya dia mendapat kiriman 2 kuintal, kini dapat jatah 3 kuintal.

"Bersamaan dengan kiriman jatah, harganya juga turun Rp 5 ribu dari semula Rp 54 perkilogram, kini menjadi Rp 49 ribu perkilogram," kata dia.

Untuk harga cabai merah, Aini, pedagang Pasar Giri, Kecamatan Kebomas membenarkan hal itu. Harga cabai merah memang naik Rp 2 ribu perkilogram. Sepekan lalu dia menjual cabai di harga Rp 32 ribu perkilogram, kini dijual sebesar Rp 34 ribu perkilogram.

"Kiriman sedikit katanya banyak wilayah yang hujan. Karena kiriman sedikit harganya ikut naik Rp 2 ribu perkilogram," ujar Aini.

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Gresik terus memantau flukutasi harga bahan pokok di sejumlah pasar tradisional. Komoditas lainnya yang mengalami perubahan di antaranya harga cabai merah yang sebelumnya dijual dengan harga Rp 32 ribu perkilogram kini naik Rp 3 ribu menjadi Rp 35 ribu perkilogramnya.

Kepala Diskoperindag Kabupaten Gresik Agus Budiono mengatakan pihaknya terus memantau kondisi pergerakan harga bahan pokok. Untuk bawang memang sudah kembali normal seperti sebelumnya. “Sekarang memang cabe besar dan daging yang merangkang naik. Tetapi masih normal,” ujarnya, kemarin.

Dikatakan, pihaknya telah melakukan beberapa kali sidak ke pasar tradisional. Pihaknya juga terus menggelar operasi pasar. “Kami berharap tidak ada pedagang yang melakukan penimbunan sehingga distribusi pangan bisa lancar,” terang dia.

Ditambahkan pihaknya juga sudah melakukan komunikasi dengan sejumlah distributor di pasar besar. “Kami optimis lebaran kali ini harga bahan pokok bisa terkendali seperti tahun-tahun sebelumnya,” imbuhnya. (rof/ris)

(sb/rof/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia