Sabtu, 20 Jul 2019
radarsurabaya
icon featured
Hukum & Kriminal Surabaya

Kuak Pelaku Pembunuhan di Tanah Merah, Polisi Periksa CCTV Rusun

13 Mei 2019, 03: 24: 22 WIB | editor : Wijayanto

TKP: Mayat korban ditutupi koran saat kali pertama ditemukan warga di Jalan Tanah Merah.

TKP: Mayat korban ditutupi koran saat kali pertama ditemukan warga di Jalan Tanah Merah. (GUNTUR IRIANTO/RADAR SURABAYA)

Share this      

SURABAYA - Polres Pelabuhan Tanjung Perak bergerak cepat untuk mengungkap kasus pembunuhan terhadap Soeprayitno, 53, warga Jalan Sidotopo Wetan, Kenjeran yang dibunuh di Jalan Tanah Merah II, Kelurahan Tanah Kali Kedinding, Kenjeran, Jumat (10/5) malam usai tarawih.

Polisi terus mengumpulkan informasi dan sudah memeriksa sekitar enam saksi di lokasi kejadian. Bukti terbaru, polisi menemukan rekaman kamera CCTV di rumah istri pertama korban di Rusunawa Randu, Kelurahan Sidotopo Wetan, Kenjeran.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Antonius Agus Rahmanto mengatakan, setelah mendapat informasi mengenai dua orang yang menggeledah rumah istri pertama korban, anggotanya melakukan lidik.

Hasilnya diamankan sebuah rekaman CCTV yang memperlihatkan dua orang laki-laki masuk ke dalam rumah dan kemudian keluar. "Kami masih identifikasi rekaman tersebut," jelasnya.

Ia mengaku belum memastikan apakah dua orang yang terekam itu sama dengan yang membunuh korban malam itu. Pihaknya masih akan menyelidiki dengan meminta keterangan saksi apakah mereka sama dengan dua orang pelaku yang terlihat cekcok dan membacok korban.

Jika menilik dari rentang waktu antara penggeledahan dan pembunuhan memang seperti ada kaitan. Namun polisi tidak mau gegabah menyimpulkan. "Kita tidak mau gegabah. Memang dari waktu sedikit identik. Tapi apakah dua orang yang terekam CCTV ini pelaku pembunuhan masih kami selidiki lebih lanjut," terangnya.

Mengenai informasi lain terkait korban yang pernah terjerat kasus pidana di Polsek Sukolilo pada 2014 lalu, Satreskrim Polres Pelabuhan Tanjung Perak sudah melakukan kroscek dan menemukan memang korban pernah terjerat kasus pencurian di polsek tersebut.

Namun, yang bersangkutan sudah menjalani hukuman selama empat bulan terkait kasus tersebut. "Memang benar dan sudah kami pastikan. Tapi, (korban) sudah menjalani hukuman," ungkapnya.

Kapolres juga mengungkap dari keterangan saksi mata, korban sempat mengeluarkan ponsel saat diteriaki kedua pelaku. Saat lari dari kejaran pelaku tersebut, korban tampak menggunakan ponselnya. Namun saat di lokasi, ponsel korban tidak ditemukan.

Ini bisa jadi salah satu bukti untuk menguak motif pembunuhan terhadap korban. "Siapapun yang mengetahui keberadaan ponsel ini mohon segera kembalikan. Saya mohon masyarakat yang mengetahui bisa kooperatif. Saudara kita ada yang kesusahan jadi bantuan sekecil apapun sangat berguna," ungkapnya. (gun/jay)

(sb/gun/jay/JPR)

 TOP
©2019 PT Jawa Pos Group Multimedia